Connect with us

METROPOLITAN

Kasus DBD di Sumur Pandeglang Bertambah, 56 Warga Terjangkit 1 Meninggal

Published

on

Pasien di RSUD Kota Tangerang

Foto ilustrasi: pasien DBD di RSUD Tangerang. (Dok.BantenHits.com)

Pandeglang – Kasus Demam Berdarah Deungeu (DBD) di Kecamatan Sumur semakin bertambah. Pada akhir Desember 2019 sampai dengan awal Januari 2020, tercatat ada 17 orang yang terkena DBD.

Namun, pada pertengahan Januari 2020 kasus tersebut meningkat signifikan. Tercatat ada 56 orang yang terkena DBD dan satu orang diantaranya meninggal dunia. Ke 56 orang itu, merupakan warga di empat desa, seperti Desa Kertamukti, Sumberjaya, Kertajaya, dan Ujungjaya.

“Total 56, dari total 56 itu kondisional, ada yang sudah sembuh ada juga yang masih di rawat,” kata Camat Sumur, Ahmad Suhaerudin, Selasa, 14 Januari 2020.

BACA :  Hari ini Warga Desa Rawa Rengas Dijadwalkan Bertemu Dirut AP II

Menurut pria yang kerap disapa Heru, sebagian besar penderita kini sudah diperbolehkan pulang lantaran kondisinya mulai membaik. Hingga kini, hanya tersisa 11 pasien yang masih dirawat di Puskesmas Sumur.

“Dari total itu, kondisional, ada yang sudah sehat dan masih dirawat. Yang masih dirawat sampai kemarin sore ada 11 orang. Ada yang sudah geser pulang,” ujarnya.

Baca Juga: Belasan Warga di Eks Lokasi Tsunami Selat Sunda Terserang DBD

Sementara Kepala Puskesmas Sumur, Eha Julaeha mengatakan, warga yang meninggal dunia karena DBD, saat datang ke Puskesmas dalam keadaan kritis. Selain positif DBD, pasien itu juga menderita penyakit lain.

“Emang dari awal dia itu udah kritis si pasiennya. Makanya saya sangat menyayangkan padahal saya sudah memberikan imbauan kalau ada yang panas, langsung dibawa ke Puskesmas,”katanya.

BACA :  Tinggal Tiga Wilayah di Banten yang Belum Musnahkan e-KTP tak Terpakai

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler