Connect with us

METROPOLITAN

Mandor Pelaksana Pembangunan Mako Polres Pandeglang Teriak Tak Dibayar PT BKMS

Published

on

Mandor pelaksana pembangunan Mako Polres Pandeglang saat menemui Kapolres Pandeglang AKBP Sofwan. Mereka mengadu lantaran hasil kerjanya tak kunjung dibayar oleh PT. BKMS. (BantenHits.com/Engkos Kosasih).

Pandeglang – Belasan mandor proyek dan sub kontrakror atau Subkon menggruduk Mako Polres Pandeglang. Mereka menuntut pembayaran sisa pekerjaan yang telah mencapai 100 persen kepada PT. Bima Karya Mandiri Sejahtera (PT. BKMS).

PT BKMS yang beralamat di Jakarta Selatan, DKI Jakarta, merupakan pelaksana pembangunan gedung Mako Polres Pandeglang. Gedung yang menelan anggaran sebesar Rp18 Miliar itu sudah selesai dibangun dan diresmikan beberapa waktu lalu oleh Kapolda Banten.

Salah satu Subkon Bidang Barang, Gilang mengatakan, sebanyak 11 mandor dan subkon belum mendapatkan pelunasan pembayaran pekerjaan sesuai nilai kontrak, untuk total keseluruhan yang belum dibayar oleh pihak pelaksanan mencapai 1,2 miliar rupiah.

BACA :  Polisi Periksa Dua Orang Saksi Kasus Kecelakaan Kerja di PT Asahimas Chemical

“Terakhir komunikasi dengan pihak kontraktor dua minggu yang lalu, mereka hanya menjanjikan hari ke hari dan sekarang sudah lose kontek,” kata Gilang, saat ditemui di Mako Polres Pandeglang, Rabu, 15 Januari 2020.

Menurut Gilang, untuk biaya sehari-hari mereka terima dari teman dan pihak Polres Pandeglang yang memberikan makan dan tempat tinggal. Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Pandeglang dan jajar karena telah memproses kasus tersebut.

“Kita berterima kasih kepada Kapolres dan jajaranya karena telah merespon begitu cepat keluhan kami, jadi kami bisa tenang dan terbantu,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Pandeglang AKBP Sofwan Hermanto mengatakan, dari 11 mandor, 2 diantarnya sudah meloporkan hal tersebut kepada Polres Pandeglang, dan 9 mandor lainnya dalam proses pembuatan laporan pengaduan.

BACA :  Pendopo Bupati Diperluas, Ratusan Siswa SDN Pandeglang 3 Akan Direlokasi

Dari 11 mandor tersebut membawahi sekitar 180 orang pekerja dan belum mendapatkan bayaran dari pihak pelaksana.

“Selanjutnya 11 mandor tersebut akan dijadikan saksi dan korban oleh pihak Kepolisian,” kata Sofwan.

Ia menjelaskan bahwa pengawalan pembangunan Mako Polres Pandeglang tersebut sudah bekerjasama dengan beberapa pihak, bukan hanya dari pihak Polres saja tapi dari pihak pengawas dan komponen masyarakat.

Ia pun menghimbau jika terdapat pihak yang menyimpang khususnya dari pihak Polres Pandeglang segera melaporkan.

“Pihak kami telah membayarkan sesuai dengan tahapan yang diajukan kepada pihak pelaksana,” jelasnya.

Baca Juga: Lebak Diterjang Banjir Bandang, Peresmian Mapolres Pandeglang Berlangsung Sederhana

Dia menegaskan pihak Polres Pandeglang tidak akan mempersulit ataupun mempermudah proses pembangunan, karena menurutnya gedung itu salah satu fasilitas progam pemerintah. Namun ia berharap pihak yang terlibat yakni kontraktor dan pelaksanaan bisa seirama.

BACA :  Gusur Ratusan Rumah di Panunggangan Barat, Pemkot Tangerang Berharap Masukan Komnas HAM

“Pihak kepolisian akan terus melakukan pendalaman kasus tersebut dan pasal yang ditetapkan sementara yakni pasal 378 dengan dugaan penipuan,” tandasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler