Connect with us

METROPOLITAN

Dua ‘Mata Elang’ yang Dipukuli di Kepandean Ternyata Anggota Pemuda Pancasila, Pengeroyok Disebut Anggota LSM

Published

on

Suasana di Sekretariat Pemuda Pancasila Banten pasca-pengeroyokan yang dialami dua anggotanya yang berprofesi Mata Elang.(BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Dua orang penagih utang atau debt collector yang juga populer disebut mata elang (Matel) dipukuli saat akan menarik sepeda motor di Lingkungan Kepandean, Kota Serang, Jumat, 17 Januari 2020.

Akibat aksi pemukulan tersebut, dua Matel mengalami luka serius. Wartawan BantenHits.com Mahyadi berhasil merekam detik-detik saat kondisi keduanya berlumuran darah diamankan dari amukan massa.

BACA JUGA: Dua ‘Mata Elang’ Diamuk Massa di Kepandean Serang

Selain sebagai Matel, ternyata dua orang yang dipukuli tersebut adalah anggota dari organisasi paramiliter Indonesia yaitu Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Banten.

BACA :  Bupati Pandeglang Larang Pejabat ke Luar Daerah

Tidak terima dengan kejadian tersebut, ratusan anggota PP Banten melaporkan oknum Ormas Pergerakan Pembela Aspirasi Masyarakat (PERPAM) yang diduga pelaku pemukulan ke kepolisian.

Sekretaris Pemuda Pancasila Kota Serang, Dedi Yulfris menuturkan, kejadian bermula saat dua anggota Pemuda Pancasila yang bekerja sebagai debt-collector yakni Faiz dan Toni akan menarik kendaraan. 

Namun oleh LSM Perpam kedua anggota Pemuda Pancasila tersebut justru dikeroyok hingga babak belur di sekitar Kepandean, Kota Serang. 

“Anggota kita dalam menarik kendaraan tidak pernah menggunakan kekerasan. Tapi cara mereka yang bikin kita gak terima. Anggota kita dipukulin, dikeroyok oleh 15 orang. Sampe mukanya ancur gitu,” terang Dedi. 

Diakui Dedi, kedua korban sudah mendapat perawatan medis rumah sakit. Bahkan, lanjut Dedi, pihaknya sudah melakukan pelaporan terkait pengeroyokan oleh Ormas Perpam tersebut ke Polres Serang Kota. 

BACA :  Ali Soerochman Sesalkan Masih Ada Kendaraan yang Parkir di Trotoar

“Korban sempat dibawa ke rumah sakit, sudah divisum. Kita sudah lapor juga ke Polres. Dan kelima belas orang itu juga sudah ditahan,” ungkapnya. 

Kendati sudah menyerahkan prosesnya ke pihak berwajib, dengan tegas Dedi mengatakan, pihaknya masih menunggu itikad baik dari pihak Perpam untuk datang langsung meminta maaf. 

“Kita ingin Ketuanya langsung yang datang dan minta maaf. Kalau kita sih pengen damai. Karena damai itu indah,” tandasnya.

Pantauan di lapangan hingga Sabtu dini hari, 18 Januari 2020, pukul 00.12 WIB ratusan anggota Pemuda Pancasila masih berjaga di Kantornya yang terletak di Jalan Ahmad Yani Kota Serang.

Belum ada keterangan dari LSM Perpam terkait peristiwa ini. BantenHits.com masih mengupayakan konfirmasi, termasuk keterangan resmi dari Polres Serang Kota. 

BACA :  Jalan Daan Mogot Ditutup, Dishub Terjunkan Personel di Jalur Alternatif

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler