Connect with us

METROPOLITAN

Ekonomi Belum Pulih Alasan Pemkab Lebak Berharap Subsidi ‘Si Melon’ Tak Dulu Dicabut

Published

on

WARGA KRAGILAN SERANG ANTRE GAS 3 KG 5 JAN 2017 gas melom langka di lebak selatan

Warga mengeluhkan gas melon langka di Lebak Selatan. Harga gas melon di Lebak Selatan tembus Rp 30 ribu. FOTO: warga di Serang saat antre membeli elpiji 3 kg di pangkalan. (Dok. Banten Hits)

Lebak- Pemerintah berencana menghapus subsidi gas elpiji 3 kilogram. Rencana ini masih digodok kementerian atau lembaga terkait di kabinet Presiden Joko Widodo – Ma’ruf Amin.

Jika jadi subsidi akhirnya resmi dicabut, make harga si melon ditaksir mencapai Rp 35-40 ribu. Padahal saat ini harganya hanya kisaran Rp Rp 18-20 ribu.

Baca Juga: Subsidi Gas Elpiji Akan Dicabut, Warga Miskin di Pandeglang Siap Jual Tabung dan Nyalakan Lagi Tungku Kayu Bakar

BACA :  Didukung Masyarakat, Andika Hazrumy Siap Nyalon Gubernur Banten

Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menanggapi ramainya kabar soal pencabutan subsidi Gas Elpiji 3 Kilogram.

Sekretaris Disperindag Lebak, Orok Sukmana berharap agar rencana penghapusan subsidi tak dulu di realisasikan. Alasannya kondisi ekonomi di Kabupaten Lebak usai banjir bandang belum pulih.

“Tetapi ya kami (Pemkab) ingin sementara ini subsidi jangan dicabut dulu lah karena memang kondisi ekonomi juga belum pulih bener,”kata Orok saat dihubungi BantenHits, Minggu, 19 Januari 2020.

Orok menduga dicabutnya subsidi ini lantaran penyebaran atau distribusi si melon ini tidak tepat sasaran lantaran dijual bebas.

“Kalau boleh saran ya kenapa tidak pakai pendistribusian tertutup jadi ya memang pendistribusiannya berdasarkan data seperti raskin. Jadi masyarakat tidak bisa dibeli kalau tidak terdaftar/masuk di Keluarga Penerima Manfaat (KPM),”ungkapnya.

BACA :  Jatuh Setelah Gagal Nyalip, Warga Perumahan Graha Walantaka Tewas Seketika di Jalan Veteran Cipare Serang

“Ya jadi nanti pemerintah menjual ke KPM saja, diluar itu tidak,”sambungnya.

Editor: Fariz Abdullah

Terpopuler