Connect with us

METROPOLITAN

Lagi, Dugaan Pungli Pendidikan Mencuat di Kota Tangsel

Published

on

Sejumlah orangtua siswa SMPN 9 Pamulang, Kota Tangsel menunjukkan kuitansi dan lembar LKS saat memprotea dugaan pungli, Kamis, 23 Januari 2020.(Foto: ANTVKlik.com)

Tangsel – Masih segar dalam ingatan, Juli 2019 lalu dugaan pungutan liar atau pungli pendidikan di Kota yang dipimpin Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie ini sempat membuat geger setelah diungkap Rumini (44), guru SDN Pondok Pucung 02 .

Keberanian Rumini mengungkap praktik kotor di dunia pendidikan ini harus dibayar mahal. Rumini dipecat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel pada 3 Juni 2019 setelah membongkar pungli di tempatnya bekerja, SDN Pondok Pucung 02 pada Mei 2018.

Lima bulan berselang, dugaan pungli pendidikan di Tangsel kembali mencuat. Kali ini sejumlah orang tua murid protes kepada pihak SMPN 9 Pamulang Kota Tangsel karena menjual buku lembar kerja siswa seharga Rp 250 ribu per eksemplar.

BACA :  BRI Rangkasbitung Sumbang Renovasi Gereja Katolik Paroki Santa Maria Tak Bernoda

Dikutip BantenHits.com dari ANTVKlik.com, sambil menunjukkan kuitansi pembayaran buku, sejumlah orang tua siswa memprotes kepada pihak SMPN 9, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten, Kamis, 23 Januari 2020.

Menurut Cica, orang tua siswa, kedatangan mereka di SMPN 9 untuk memprotes pihak sekolah yang mewajibkan para siswa membayar Rp250 ribu untuk mendapatkan buku Lembar Kerja Siswa (LKS). Dirinya mengetahui dilarang memperjualbelikan buku ini.

Ia menambahkan, bahkan pihak sekolah tidak pernah berkomunikasi dengan para orang tua murid perihal keharusan membeli buku LKS. Ada sejumlah siswa harus fotocopy buku LKS lantaran tak mampu membayar kepada pihak sekolah.

Saat wartawan hendak konfirmasi perihal itu, pihak SMPN 9 Pamulang menolaknya, dengan alasan ingin terlebih dahulu merundingkan hal tersebut dengan sejumlah orang tua murid.

BACA :  Tiga Topik ini Jadi Perbincangan di Musrenbangdes Bojong Cae Lebak

Editor: Darussalam Jagad Syahdana
Sumber: ANTVKlik.com



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler