Connect with us

METROPOLITAN

Lewat Lagu “Bu Irna Kamana Bae” Warga Pandeglang Protes Jalan Rusak

Published

on

Kondisi salah satu ruas jalan di Kubangkondang, Cisata Pandeglang yang rusak. (BantenHits.com/Engkos Kosasih).

Pandeglang – Kerusakan jalan Kubangkondang – Cisata di Kecamatan Cisata semakin parah. Sayangnya, jalan menuju kantor Kecamatan Cisata itu di biarkan rusak selama bertahun-tahun.

Padahal, jalan itu merukapan akses utama dari empat desa, seperti Desa Kubangkondang, Kondangjaya, Cibarani dan Cisereh.

Rubi Fahriadi (32) warga Kampung Lapangan, Desa Kubangkondang mengatakan, jalan tersebut sudah lama tidak tersentuh pembangunan.

“Rusak sudah lama, enggak tersentuh pembangunan. Cuma dulu memang ada sedikit (Perbaikan) itu pas jalan yang menanjak, itu juga (Di Perbaiki) karena banyak yang jatuh disana,” kata Rubi kepada Bantenhits, Rabu, 22 Januaru 2020.

Rubi meminta agar pemerintah daerah segera memperbaiki jalan tersebut, karena bila hujan tiba, jalan tersebut terlihat banyak kubangan yang di khawatirkan dapat membahayakan para pengendara.

“Tolong lah, perbiki jalannya, kan itu jalan itu akses satu-satunya menuju ke Kecamatan (Cisata),” tandasnya.

Viral Melalui Musik

Seorang pemuda yang lahir dan besar di Desa Kubang Kondang, Kecamatan Cisata, Pandeglang, bernama Anton Daeng Harahap (35) menciptakan sebuah lagu sebagai bentuk protes buruknya infrastruktur jalan di Desa nya.

BACA :  Ingat! Dana KIP untuk Pendidikan Anak Bukan untuk Beli Pulsa

Lagu berjudul “Bu Irna Kamana Bae” viral di media sosial setelah di unggah diakun Youtube pribadinya. Nama Bu Irna di judul lagu tersebut merujuk pada nama Bupati Pandeglang, Irna Narulita.

Meski ditampilkan secara sederhana dengan berbekal gitar akustik dan sistem home recording dan beberapa frame yang menunjukan buruknya infrastrukrur jalan di Desanya.

Lagu ciptaan Anton itu juga, terdengar sangat menggelitik dengan menggunakan bahasa sunda ditambah dialek slang yang mengandung unsur komedi.

Pencipta Lagu Merasa Prihatin

Pria yang saat ini, tinggal dengan istrinya di Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang mengaku prihatin dengan kondisi jalan di kampung halamannya.

Apalagi setiap pulang, masyarakat disana banyak yang mengeluh kepada Anton. Anton pulang ke rumah orangtuanya satu Minggu sekali tepatnya pada hari Jumat.

“Ketika saya pulang lihat jalan ancur , di tambah masyarakat sering mengeluh sama saya. Ton (Anton) gimana ini (Jalan), terus giamana upaya kalian (Kata Anton), tetapi mereka tidak ada yang berani (Protes),” kata Anton saat dihubungi Bantentenhits.

BACA :  Jelang Akhir Masa Jabatan, Zaki Beresi Barang di Ruang Kerjanya

Dari sana kemudian timbul motivasi untuk menciptakan sebuah lagu. Namun, lagu pertama yang dibuat Anton dengan judul “Hancur” kurang begitu familiar meski berlirik kritik soal jalan kepada Bupati Pandeglang, Irna Narulita.

Dia juga mengaku tidak menyangka, lagu dengan judul “Bu Irna Kamana Bae” bakal viral seperti sekarang.

“Terus saya menelisik dimana ini celahnya, supaya aspirasi kami sebagai warga dapat di ketahui dan di dengar, karena kalau aksi demontrasi sudah lumrah dan tidak keren, maka di tempuhlah dengan jalur seni. Saya coba cipatakan, lagu yang pertama kurang rampe, nah yang kedua ini rame,” ujarnya.

Terus Ciptakan Lagu

Anton mengaku, bakal terus menciptakan lagu kritik terhadap Irna, jika jalan di Desa Kubang Kondang masih saja buruk. Saat ini juga, dia sudah menciptakan satu lagu lagi, yang masih dia simpan.

“Yang sudah saya publis ada dua lagu. Lagu yang ketiga juga ada, tapi nanti dulu, nunggu lagu ini (Trand) nya turun dulu, nah baru saya bikin lagi. Saya rencana mau ciptakan 5-10 lagu, pokonya sebelum keinginan saya dan masyarakat di realisasi, saya akan terus ciptakan lagu,” tambahnya.

BACA :  Dapat Sepeda Motor, Binamas Tangerang Diminta Bekerja Optimal

Bukan Muatan Politik

Anton menyadari, bahwa tahun 2020 merupakan tahun politik bagi Kabupaten Pandeglang. Namun, Anton memastikan bahwa dia tidak terikat dengan siapapun.

Anton hanya memanfaatkan isu pencalonan Irna sebagai petahana di Pilkada Pandeglang tahun 2020. pencalonan itu, dia jadikan untuk menarik perhatian Irna, supaya mau merealisikan pembangunan jalan disana.

“Infonya beliau mau mencalonkan lagi sebagai bupati, ini menjadi kesempatan saya. Saya disini tidak ada keterkaitan dengan siapapun, dengan lawannya ibu Irna atau siapapun tidak ada,” jelasnya.

“Jadi dari hati nurani sendiri ini mah, kalau pun ada yang menggandeng saya dari lawan beliau, saya enggak mau, ngapain juga di politk. Jadi ini tulus dari hati,” tegasnya.

Sementara Camat Cisata, Atang Suhana mengaku, pembangunan jalan di Kubang Kondang akan menjadi prioritas pihaknya. Dia juga akan memasukan jalan tersebut kr Musrenbang Kecamatan.

“Meski saya baru disini (Cisata), tetapi jalan Kubang Kondang akan menjadi priorotas kami,” singkatnya.

Editor: Fariz Abdullah

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler