Connect with us

METROPOLITAN

Tanpa Senjata Api, Begini Polres Serang Kota Lakukan Pengamanan Sidang Pembantaian Satu Keluarga

Published

on

Polres Serang Kota melakukan pengamanan sidang pembantaian satu keluarga di Waringin Kurung. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Kasus pembantaian satu keluarga di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, dengan terdakwa Samin mulai disidangkan Pengadilan Negeri Serang, Rabu, 22 Januari 2020.

Sidang digelar di Ruang Sidang Sari Pengadilan Negeri Serang dengan dihadiri puluhan warga Kampung Gegeneng.

Guna menjamin situasi aman dan kondusif,  puluhan personel jajaran Polres Serang Kota Polda Banten diterjunkan melaksanakan pengamanan sidang.

Dalam Kegiatan tersebut turut hadir Kabagops Polres Serang kota, Kapolsek Cipocok jaya, Kasat Sabhara Polres Serang Kota, Kasubbagdalops Polres Serang Kota, Pama Polres Serang Kota dan Polsek Jajaran serta personel Polres Serang Kota dan Polsek di jajaran Polres Serang Kota.

BACA :  Sopir Ngantuk, Truk Seruduk Bengkel Mobil di Jalan Raya Palima Pandeglang

Kapolres Serang Kota Polda Banten AKBP Edhi Cahyono melalui Kabagops Polres Serang Kota Kompol Giyarto selaku Koordinator Pengamanan mengatakan, pengamanan dilakukan untuk memastikan sidang berjalan lancar.

“Pada hari ini kita menggelar pengamanan sidang perdana perkara pembunuhan satu keluarga di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang,” kata Giyarto.

Menurut Giyarto, personel pengamanan yang diturunkan di Pengadilan Negeri Serang tak dibekali senjata api. Meski demikian, proses pengamanan tetap dilakukan ketat.

“Dalam pelaksanaan  pengamanan ini seluruh personel pengamanan tidak diperkenankan membawa senpi dan sesuai SOP yang berlaku,” jelasnya.

“Alhamdulillah, selama kegiatan sidang berjalan dengan lancar, aman dan kondusif,” tambahnya. 

Kasus pembantaian satu keluarga di Waringin Kurung sempat membuat geger. Peristiwa ini terjadi Selasa dini hari, 13 Agustus 2019.

BACA :  Muncul Hoaks Korban Tsunami Dimakan Ikan, Kementerian KKP Lakukan Ini kepada Warga Pesisir

Dua orang dinyatakan tewas, yakni Rustadi (34) dan anaknya Alwi (4). Mereka tewas bersimbah darah. Sedangkan Siti (27) yang tak lain sang istri dan ibu dari Alwi masih terselamatkan meski mengalami luka sayatan senjata tajam pada bagian wajah.

Peristiwa itu terkuak saat salah seorang anggota keluarga korban mengajak Rustandi untuk bekerja. Namun saat itu keluarga dikagetkan dengan melihat korban sudah tergeletak dilantai dengan bersimbah darah sekira pukul 08.00 WIB.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler