Connect with us

METROPOLITAN

10 WNA Tanpa Paspor Diamankan Kantor Imigrasi Tangerang dari Great Wastern Resort dan Aprtemen Cassa De Praco BSD City

Published

on

Kantor Imigrasi Tangerang saat ekspos pengungkapan 15 WNA yang melanggar administrasi keimigrasian. Mereka diamankan di Apartemen Great Western dan Cassa De Praco (CDP) BSD City. (BantenHits.com/ Hendra Wibisana)

Tangerang – Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Tangerang mengamankan 15 orang warga negara asing atau WNA asal Afrika, Jumat, 24 Januari 2020. Dari 15 WNA, 10 di antaranya tak bisa menunjukkan paspor.

Wartawan BantenHits.com Hendra Wibisana melaporkan, 15 WNA itu diamankan dari Apartemen Great Western Resort (GWR) Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Serpong serta dari Apartemen Cassa De Praco (CDP) BSD City, Tangerang Selatan.

Lima orang yang mampu menunjukkan paspor diketahui WN Nigeria. Meski memiliki paspor, namun izin tinggal mereka di Indonesia sudah berakhir atau overstay sehingga diduga telah melanggar Pasal 78 ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dengan ancaman hukuman berupa Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) berupa pendeportasian dan Penangkalan (blacklist).

BACA :  Bupati Irna Tak Mau Gegabah Soal Waralaba

Kemudian, 10 WNA lainnya yang tidak dapat menunjukkan paspor belum diketahui identitas dan kewarganegaraan, serta status izin tinggalnya oleh petugas.

“Berdasarkan informasi dari masyarakat, kami melakukan upaya penangkapan kepada 15 WNA yang sebagian besar warga Afrika di Aprtemen GWR dan CDP BSD City Tangerang Selatan. Mereka ini ditangkap karena masa izin tinggalnya sudah habis,” kata Kakanwil Imigrasi Banten Imam Suyudi, Senin 27 Januari 2020.

Imam menjelaskan, pada saat dilakukan penangkapan, para WNA tersebut sedang melakukan kegiatan biasa sehingga petugas belum dapat menyimpulkan kegiatan yang terkait dengan masalah kirminal seperti cyber crime dan kegiatan lainnya.

“Selain itu, kami juga mengamankan sejumlah barang bukti milik para WNA seperti paspor yang masa berlaku sudah habis dan beberapa Laptop berbagai merek. Selain itu kami juga akan melaukan pendalam kepada para WNA. Jika diperlukan kami juga akan menggandeng instansi penegak hukum,” jelasnya.

BACA :  Depresi karena Penyakit, Pria Paruh Baya di Pandeglang Ditemukan Gantung Diri

Imam menambahkan, penangkapan ini merupakan hasil pertama kali dalam operasi yang dilakukan pada 2020. Sementara pada 2019 Kantor Imigrasi Kelas 1 Tangerang sudah mengamankan para WNA ilegal dan melakukan penyidikan.

“Untuk sanksi kita lakukan tindakan administrasi keimigrasian berupa pendeportasian dan penangkalan terhadap 632 Orang WNA, di antaranya 565 Orang WN Nigeria, 96 orang WN China dan 15 orang WN Korea Selatan,” terang Imam.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler