Connect with us

METROPOLITAN

Tak Ada Police Line, Ini Penampakan Kekinian Proyek Jembatan Kota Ayodhya Alam Sutera yang Disetop Pemprov Banten

Published

on

Proyek Jembatan Kota Ayodhya Alam Sutera yang dihentikan Pemprov Banten. (BantenHits.com/ Hendra Wibisana)

Tangerang – PT Alfa Goldland Realty sebagai pengembang Apartemen Kota Ayodhya Alam Sutera sejak Oktober 2019 membangun jembatan dan jalan penghubung Kota Ayodhya dengan kawasan Modernland, Kota Tangerang.

Namun, jembatan yang membentang di atas Situ Gede ini resmi dihentikan Pemprov Banten. Pasalnya lokasi yang dijadikan lahan pembangunan jembatan merupakan aset Pemprov Banten.

Sekda Al Muktabar mengatakan pengelolaan lahan di atas Situ Gede yang merupakan aset Pemprov Banten harus ada izin dari Pemprov Banten sebagai pemilik lahan.

BACA JUGA: Diduga Serobot Aset Pemprov Banten, Proyek Pembangunan Jembatan Penghubung Kota Ayodhya Alam Sutera di Situ Gede Dihentikan

BACA :  Bantah Sebut Warga Gaptek soal PPDB, Amal Herawan: Lebih kepada Keprihatinan

Kabid Aplikasi, Informatika, dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Banten Amal Herawan melalui keterangan tertulis menyatakan, tim Pemprov Banten yang melakukan peninjauan lokasi, Kamis, 23 Januari 2020, memasang police line.

Wartawan BantenHits.com Hendra Wibisana menelusuri lokasi proyek tersebut, Selasa, 28 Januari 2020. Tak terlihat ada police line di sekitar lokasi.

Proyek pembangunan juga tampak tak ada aktivitas. Terlihat beberapa tiang pancang sudah terpasang di ujung kawasan Kota Ayodhya dan pada ujung lainnya di tepi Situ Gede yang berbatasan dengan kawasan Modernland.

Papan proyek Jembatan Kota Ayodhya Alam Sutera. (BantenHits.com/ Hendra Wibisana)

Hingga Selasa sore, masih belum ada keterangan dari PT Alfa Goldland Realty sebagai pengembang Apartemen Kota Ayodhya Alam Sutera.

BACA :  Orang Dekat Bupati Pandeglang Disebut Kerap Tawarkan Proyek

BantenHits.com sudah berupaya menghubungi sejumlah pihak di PT Alfa Goldland Realty, di antaranya Solaeman Soemawinata yang terakhir kali diketahui menjabat salah satu direksi.

Saat nomor seluler yang biasa digunakan Solaeman Soemawinata dihubungi lewat aplikasi WhatsApp, pemilik nomor tersebut menyatakan nomor yang bersangkutan bukan milik Solaeman Soemawinata lagi.

“Salah orang pak. Maaf,” kata pemilik nomor sambil menyebutkan dirinya adalah seorang agen asuransi.

Kepala BPKAD Pemprov Banten Rina Dewiyanti menjelaskan, Pemprov Banten memiliki dua bukti kepemilikan terkait Situ Gede, yaitu sertifikat hak pengelolaan Nomor 1 Kota Tangerang Kecamatan Tangerang Kelurahan Cikokol.

Luas sertifikat yaitu 50.695 meter persegi atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bukti yang kedua sertifikat pengelola Nomor 1 Tangerang di Kelurahan Sukasari dengan luas 8340 meter persegi atas nama Pemprov Jawa Barat.

BACA :  Kota dan Kabupaten Serang Saling Klaim atas Kepemilikan Pulau Pamujan

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler