Connect with us

METROPOLITAN

181 Desa di Lebak Masih Tertinggal, Bupati Iti Ajak Optimalkan Sumber Daya Keuangan

Published

on

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat memberikan keterangan pers mengenai harga gas elpiji di lokasi banjir bandang. (Dok.BantenHits).

Lebak- Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) memutuskan Kabupaten Lebak terentaskan dari daerah tertinggal bersama dengan 61 Kabupaten lainnya dari 23 Provinsi di Indonesia.

Hal itu sesuai dengan keputusan menteri desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi nomor 79 tahun 2019 tengang penetapan kabupaten daerah tertinggal yang terentaskan tahun 2015-2019.

Meski demikian, rupanya masih banyak desa-desa tertinggal di bumi Multatuli.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dalam sambutannya mengatakan saat ini pemerintah daerah masih memiliki tugas bersama untuk meningkatkan status desa tertinggal yang tersemat di 181 dari 340 desa di 28 Kecamatan di Kabupaten Lebam.

BACA :  Pelajar Tewas Tawuran, Pemkot Kumpulkan Kepsek

“Memang 14 desa diantaranya saat ini mulai menjadi desa maju,”kata Iti saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Musrenbang RKPD 2021 secara daring di Lebak Data Center, Setda Lebak, Selasa, 28 Januari 2020.

Bupati wanita pertama di Kabupaten Lebak ini mengajak pemerintah desa untuk bersama-sama fokus dalam menangani indikator yang masih kurang berdasarkan capaian indeks desa membangun.

“Secara khusus kepada aparatur kecamatan yang melaksanakan verifikasi anggaran pendapatan dan belanja desa untuk ceramat dan mendampingi pemerintah desa agar mampu mengoptimalkan sumber daya keuangan yang ada untuk menguatakan pemberdayaan masyarakat sebagai basis ekonomi riil yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat,”imbuhnya.

Sementara Kabid Pemdes DPMD Lebak, Firman Arif Hidayat membenarkan terdapat 181 desa di Lebak masih berstatus tertinggal.

BACA :  Ekstasi 5 M dalam Kotak Susu

“Ada 14 desa maju kalau mandiri di kita (Kabupaten Lebak) belum ada,”kata Firman saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Rabu, 29 Januari 2020.

Editor: Fariz Abdullah

Terpopuler