Connect with us

METROPOLITAN

Terungkap! Gelar Pertemuan di Perumahan Dasana Indah Tangerang, Begini Asal Mula “King of The King” Muncul di Banten

Published

on

Spanduk King of The King di Banten

Kapolres Serang Kota AKBP Edhy Cahyono menunjukkan spanduk King of The King yang terpasang di Kota Serang. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Spanduk “King of The King” membuat geger publik setelah muncul di Kota Tangerang dan Kota Serang.

Dalam spanduk tersebut, King of The King mengklaim akan membayarkan seluruh hutang-hutang negara.  

Pada spanduk tersebut terdapat gambar Presiden Pertama Rl Soekarno dan di belakangnya ada gambar Nyi Roro Kidul. Di bagian kanan spanduk terdapat foto beberapa orang dan ada foto tiga orang pengurus King of The King yakni Pimpinan Ketua Umum IMD Juanda dan Pimpinan Provinsi Banten IMD Syrus Manggu Nata. 

Bermula Bisnis Tanah

Kapolres Serang Kota AKBP Edy Cahyono memastikan, dua orang yang telah memasang spanduk King of The King adalah korban.

“Kita sudah panggil pihak yang pasang dan klarifikasi. Dari hasil klarifikasi dua orang ini tidak mengetahui King of The King, karena awalnya bisnis tanah,” kata Edy kepada awak media di Aula Polres Serang Kota, Jumat, 31 Januari 2020.

BACA :  Embung Calungbungur Ambrol, Distan Lebak: Itu Bencana Alam

Sementara itu Tarmidi, pria yang memasang spanduk King of The King mengatakan, dirinya tak mengetahui pasti awal mula kemunculan King of The King.

Hanya saja, sebelum spanduk muncul, pembicaraan dirinya dengan sejumlah orang yang kemudian diketahui pengurus King of The King, awalnya hanya membahas terkait pembelian lahan tanah untuk perumahan di Daerah Kecamatan Walantaka, Kota Serang.

Namun saat melakukan pertemuan di daerah Perumahan Dasana Indah, Kabupaten Tangerang, kata dia, bukannya membahas jual beli tanah tapi beralih pada pembahasan kerajaan untuk perwakilan di Kota Serang.

Tarmidi mengaku, dirinya sebetulnya tidak sepaham, meskipun alasan pendirian kerajaan yang ditawarkan yakni untuk memakmurkan masyarakat.

“Pertemuannya dengan Pak H. Jamlan, di rumahnya di Perumahan Dasana Indah, di daerah Karawaci. Namun karena tetangganya ada yang meninggal, akhirnya pindah ke Rumah Pak Nata. Namun, pembicaraannya malah masuk ke sana. Ini ada aset amanah Allah katanya,” ungkap pria yang diketahui bekerja sebagai sopir angkot di Kota Serang.

BACA :  Airin Dituding Cuek Bebek Atasi Kekeringan

Karena dirinya tidak memahami persoalan, lanjutnya, saat pembahasan, dirinya memilih untuk keluar dan menunggu di depan rumah.

Dia membeberkan, pertemuannya dengan beberapa orang itu baru satu kali, sekitar tiga bulan yang lalu.

Terkait pemasangan baliho King of The King, Tarmisi mengaki dirinya diminta oleh ustad yang bernama Asmawi, warga asal Waringin Kurung, Kecamatan Keramatwatu, Kabupaten Serang. Sementara pemasangan spanduk tersebut dilakukan dua hari.

“Demi menghargai, akhirnya saya pasang cuma dua hari. Karena hati saya gak enak ada kerajaan-kerajaannya, sebab sedang viral juga kerajaan Agung Sejagat, dan Sunda Empire. Kata saya apa ini King of The King, ya minimal buat loporan aja ke sana,” jelasnya. 

BACA :  Dapat Izin Khusus, Penerbangan Domestik Lion Air Group Beroperasi Lagi Mulai 3 Mei 2020 Tapi Hanya untuk Orang Tertentu

‘Petinggi’ King of The King Tersangka

Dikutip BantenHits.com dari CNNIndonesia, Polda Metro Jaya menetapkan dua orang pemimpin kelompok King of The King sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong atau hoaks. Kedua tersangka yakni SMN selaku pimpinan Provinsi Banten serta P dari wilayah Tangerang.

“Tersangka dua orang, SMN dan P,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Jumat, 31 Januari 2020.

Yusri menuturkan keduanya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara. Dari gelar perkara itu kasus tersebut terbukti memenuhi unsur pidana.

“Iya tersangka terkait penyebaran berita bohong,” ucap Yusri.

Sebelumnya, polisi telah memeriksa tiga orang untuk dimintai keterangannya. Yakni N dan P yang merupakan bagian dari kelompok King of The King, serta H.

Selain itu, polisi juga telah memeriksa ahli pidana serta ahli bahasa untuk diminta keterangan berkaitan kasus tersebut.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler