Connect with us

METROPOLITAN

Pahala Dijadikan Iming-iming untuk Puaskan Syahwat, Guru Ngaji Palsu di Kota Serang Cabuli Delapan Murid saat Praktik Salat

Published

on

MK, guru ngaji palsu di Kota Serang yang sudah cabuli delapan anak muridnya. Pelaku melakukan aksi bejatnya saat mempraktikkan cara salat. (Istimewa)

Serang – Kasus pelecehan seksual terhadap anak semakin marak. Kali ini, delapan anak di sebuah perumahan di Kota Serang menjadi korban dugaan pencabulan seorang guru ngaji bernama MK (44).

Aksi bejat guru ngaji palsu ini dilakukan saat mengajar kepada murid-muridnya dalam kurun 2019. Terakhir kali pelaku beraksi Desember 2019.

Kapolres Serang Kota AKBP Edhi Cahyono melalui Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Indra Feradinata mengatakan, pelaku melancarkan aksinya dengan mengatakan korban dapat pahala jika menuruti kemauannya.

“Korban telah dilecehkan oleh pelaku beberapa kali. Pelaku sudah melakukan hal tersebut kepada delapan murid perempuan, dengan modus atau bujukan kalau di peluk pelaku dapat pahala dan pencabulan tersebut sudah dilakukan beberapa kali,” kata Indra Feradinata, saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, Jumat, 31 Januari 2020.

BACA :  Usai Dapat Grasi dari Jokowi, Antasari Datangi LP Tangerang

Menurut Indra, MK melakukan aksinya dengan cara memanggil muridnya seorang diri, kemudian dibawa ke sebuah ruangan sepi lalu diajarkan tata cara shalat.

Saat rukuk, MK menempelkan kemaluannya ke muridnya. Kemudian meremas bagian dada sang korban. Selalu begitu yang dilakukan oleh MK kepada delapan muridnya yang menjadi korban kejahatan seksualnya.

“Saat korban mempraktikan salat dengan posisi rukuk, dengan sengaja menempelkan kemaluan nya pada pantat korban sambil memeluk dan meremas payudara korban,” terangnya.

Indra menjelaskan, peristiwa itu terjadi beberapa kali dalam kurun waktu 2019. Peristiwa tak pantas itu terjadi terkahir kali pada bulan Desember 2019 silam.

Korban pun diancam untuk tidak menceritakan hal tersebut. Jika ada yang mengetahuinya, maka sang murid tidak akan mendapatkan nilai bagus hingga tidak naik kelas.

BACA :  Pungli di Disdukcapil Pandeglang karena Lemahnya Pengawasan Birokrasi

“Setelah selesai melakukan perbuatan tersebut, korban di ancam untuk tidak memberitahu kepada siapapun dengan ancaman korban tidak naik kelas, tidak mendapat ranking,” terangnya.

Akibat perbuatan bejatnya, MK ditangkap pada Rabu, 29 Januari 2020, sekitar pukul 22.30 WIB setelah orang tua korban melaporkannya ke Polres Serang Kota. Dia pun terancam harus mendekam 15 tahun di balik jeruji besi dengan pasal tindak pidana perbuatan cabul dibawah umur.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler