Connect with us

METROPOLITAN

Massa Tolak 238 WNI dari Wuhan Bentrok dengan Aparat, Pesawat Batik Air yang Digunakan untuk Evakuasi Harus Alami Ini

Published

on

Pesawat Airbus 330-300CEO (18 kelas bisnis dan 374 kelas ekonomi) registrasi PK-LDY Batik Air dalam “misi kemanusiaan” mengevakuasi WNI dari Wuhan, China. (FOTO: Dok. Batik Air)

Natuna – Kedatangan warga negara Indonesia atau WNI dari Wuhan, China di Bandara Raden Sadjad, Kecamatan Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Minggu, 2 Februari 2020, diwarnai bentrok fisik warga yang menolak kedatangan WNI dari Wuhan dengan aparat.

Suara.com–jaringan BantenHits.com melaporkan, bentrok ratusan warga penolak WNI dari Wuhan dengan aparat TNI terjadi tak jauh dari bandara.

Massa yang khawatir dengan virus corona ini menjadi tak terkendali. Mereka dihantui terjangkit virus mematikan itu.

Demonstrasi pecah selama dua hari. Bahkan Minggu pagi, 2 Februari 2020, kerusuhan terjadi di dekat Bandara Raden Sadjad persisnya di depan Mako Lanal Ranai. Aksi massa rusuh menentang kedatangan evakuasi WNI Wuhan.

Suasana kerusuhan di Bandara Raden Sadjad, Kecamatan Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Minggu, 2 Februari 2020. Kerusuhan pecah sesaat setelah 238 WNI dari Wuhan tiba.(Foto: Suara.com)

WNI dari Wuhan Dipastikan Bebas Virus Corona

Sehari sebelumnya massa yang melakukan demonstrasi di Kantor DPRD Natuna sempat dijumpai oleh Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, Sabtu petang, 1 Februari 2020.

BACA :  Cegah Penyebaran Virus Difteri, 618.000 Warga Tangerang akan Divaksinisasi

Menkes meminta warga untuk tidak khawatir. Ia memastikan ratusan WNI Wuhan yang akan dievakuasi ke Natuna tersebut tidak terinfeksi corona.

“Mereka itu sehat semua, Bapak-bapak Ibu-ibu jangan khawatir, mereka tidak terinfeksi penyakit corona,” ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa WHO telah menginstruksikan untuk tidak mengeluarkan Warga Negara Asing (WNA) dari China jika diketahui terinveksi corona.

“Kami pun tidak sembarang berani menjemput dan menyambut mereka kalau memang mereka terinveksi,” ujar Menkes dihadapan massa.

Namun hal itu tak membuat penolakan massa berubah. Anggota DPRD Natuna Wan Aris Munandar mewakili warga.

Menurutnya warga Natuna yang sudah paranoid dengan corona memiliki dua opsi. “Tidak turun di Natuna atau dioservasi di kapal KRI,” ujarnya

Dijemput Batik Air, Dipindahkan ke Pesawat TNI AU

Total jumlah WNI di Wuhan sebenarnya ada 245 orang, namun hanya sebanyak 238 yang dievakuasi, sisanya menolak dan ada yang sedang menjalani pemeriksaan kesehatan di Wuhan.

238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China, sebelumnya dijemput dengan Maskapai Batik Air dari Wuhan ke Batam.

BACA :  TMMD Bangun Sarana Prasarana Desa Tertinggal di Pandeglang

Dari Batam petugas yang dilengkapi dengan pakaian pengamanan memindahkan mereka menuju dua pesawat Boeing 737 milik TNI AU dan satu pesawat Hercules.

Dua pesawat milik TNI AU jenis Boeing 737 sudah mendarat di Ranai, Minggu, 2 Februari 2020 pukul 11.22 WIB dan 11.05 WIB. Gelombang terakhir akan datang menggunakan Pesawat Hercules.

Edward Sirait, Presiden Direktur Lion Air Group – paling kanan dalam persiapan keberangkatan Batik Air mengevakuasi WNI dari Wuhan. Petugas yang terlibat dalam evakuasi menggunakan pakaian anti-virus. (FOTO: Dok. Batik Air)

238 WNI Diobservasi 14 Hari

Begitu mendarat, para WNI evakuasi Wuhan memasuki hanggar Lanud Raden Sadjad Natuna.

Mereka akan diobservasi di hanggar Lanud Raden Sadjad, Ranai Kabupaten Natuna yang direncanakan selama 14 hari. Di dalam hanggar sudah didirikan tenda dan peralatan medis.

Sementara itu skema yang dijalankan dalam evakuasi ini, para WNI nantinya akan diobservasi selama 14 hari. Sedangkan kru pesawat yang bertugas dalam pemulangan WNI ini juga akan diobservasi selama 2 atau 3 hari.

Pesawat Batik Air Masuk Hanggar untuk Disterilisasi

Dalam keterangan tertulis Batik Air yang diterima BantenHits.com, pesawat yang digunakan untuk evakuasi terbang dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK) tujuan Bandar Udara Internasional Tianhe Wuhan yang terletak di Distrik Huangpi, 26 kilometer utara dari pusat kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, Sabtu, 1 Februari 2020. 

BACA :  Kemenhub Ancam Cabut Izin Maskapai yang Jual Tiket Melebihi Batas Atas

 “Layanan operasional penerbangan bernomor ID-8618 adalah misi kemanusiaan bersama pemerintah dalam upaya mendukung program negara,” kata Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro.

“Pengoperasian pesawat Airbus 330-300CEO (18 kelas bisnis dan 374 kelas ekonomi) registrasi PK-LDY Batik Air tetap sesuai dengan prosedur keamanan dan keselamatan penerbangan (safety first),” sambungnya.

Danang menjelaskan, pesawat membawa 19 kru dan 30 tim medis, lepas landas dari Soekarno-Hatta pukul 13.00 waktu setempat (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07) dan dijadwalkan tiba di Tianhe Wuhan pada 19.00 waktu setempat (Time in Wuhan, Hubei, China Standard Time, GMT+ 08).
 
“Pelaksanaan penerbangan berpedoman kepada prinsip-prinsip dan standar operasional prosedur (SOP) kesehatan dalam memastikan pengamanan awak pesawat, tim medis, tamu atau penumpang dan lainnya,” jelasnya.

Dalam tindakan pencegahan dimaksud, lanjutnya, telah merekomendasikan guna menyediakan dan melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray) sesuai prosedur yang berlaku serta menyediakan dan menggunakan masker dan alat pelindung diri (APD), sarung tangan (hand gloves) dan cairan/ gel pembersih tangan (hand sanitizer) guna antisipasi tertular pada awak pesawat dan petugas layanan darat.

“Armada Airbus 330-300CEO telah didukung atau memiliki peralatan yang dapat menyaring udara di dalam pesawat,” bebernya.

“Setelah pesawat tiba di Indonesia, sesuai SOP akan langsung masuk hangar (pusat perawatan pesawat) guna dilakukan pembersihan, sterilisasi dan perawatan. Untuk awak pesawat setelah selesai bertugas akan menjalani proses karantina kesehatan dalam tahapan pengawasan (monitoring),” tutupnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 

 



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh