Connect with us

METROPOLITAN

Ingin Lepas Jeratan Utang Motif Warga Cisoka Datangi Dukun hingga Akhirnya Malah Dibunuh

Published

on

Mayat di Bawah Jembatan JLS Cilegon

FOTO Ilustrasi: Petugas saat mengevakuasi mayat pria tanpa identitas yang ditemukan di bawah jembatan JLS Cilegon. (Banten Hits/Iyus Lesmana)

Tasikmalaya – Yahya Ali Wafa (48), warga Solear, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, dihabisi di kawasan Pantai Sayang Heulang, Garut, Minggu, 26 Januari 2020 lalu. Usai tewas, korban kemudian dibuang di jurang kawasan Taraju, Tasikmalaya hingga ditemukan Senin, 27 Januari 2020.

Pembunuhan ini ternyata dilatari praktik perdukunan. Korban dibunuh oleh dukun. Lima pelaku telah ditangkap jajaran Polres Tasikmalaya, yakni Asep Rizky (36) warga Cianjur yang berprofesi dukun, Asep permana (56) Warga Salawu Tasikmalaya, Ade Komala (27) warga Tangerang, Hapid (40) warga Mangunreja, dan Janar (50) Warga Tangerang.

BACA :  Puluhan Pengemudi Bus AKAP dan AKDP di Terminal Mandala Dicek Urine

BACA JUGA: Warga Cisoka yang Dibunuh di Tasikmalaya Ternyata Korban Praktik Perdukunan

Dikutip BantenHits.com dari Detik.com, motif korban terjerat praktik perdukunan karena ingin mencari kekayaan agar terbebas dari jeratan utang.

Yahya diajak sepasang suami istri Janar (50) dan Ade Komala (27) bertemu dengan Asep Rizky (36), dukun di Pameungpeuk, Garut. Dari Tangerang mereka menuju Pameungpeuk, Garut. Korban memiliki banyak utang hingga menempuh cara instan datangi dukun.

Korban Yahya diajak menuju Pantai Selatan Sayang Heulang Garut untuk ritual mencari kekayaan. Selain baca mantra di tepi Pantai, ritual dilakukan di bawah batu karang. Sebelum ritual, Yahya menyerahkan uang Rp 2,8 juta sebagai mahar ritual.

BACA :  PDI Perjuangan Ancam Laporkan Penyebar Isu Komunis

BACA JUGA: Praktik Pesugihan di Cilacap Jawa Tengah dengan Tumbal Nyawa Manusia Diungkap Polres Lebak

Saat ritual, korban melihat Asep memiliki tato sehingga timbul keraguan dalam dirinya.

“Motifnya si pelaku Asep Rizky ini kesal disebut dukun Palsu oleh korban karena dia bertato, selama ini korban belum pernah datangi dukun bertato. Pelaku kesal hingga memutuskan untuk menghabisi nyawa korban,” ucap AKBP Dony Eka Putra, Kapolres Tasikmalaya saat rilis di Mapolres Tasikmalaya, Kamis, 6 Februari 2020.

“Korban ini diberi racun Portas atau Racun ikan hingga akhirnya tak sadarkan diri, korban dipukuli pelaku dan mayatnya dibuang mayatnya di Taraju oleh empat pelaku lainnya,” jelas Doni.

BACA :  Polisi Nilai Penanganan Jalan Rusak di Cilegon Saling Lempar Tanggung Jawab

BACA JUGA: Ditemukan Petani Sudah Tak Bernyawa di Tasikmalaya, Benda Ini Menempel pada Tubuh Pria Asal Cisoka

Dari empat pelaku itu, dua adalah Janar dan Ade Komala, pasutri yang datang bersama korban. Belum diketahui peran keduanya di kasus ini selain membantu membuang mayat korban. Dua pelaku lainnya adalah Asep permana (56) Warga Salawu Tasikmalaya dan Hapid (40), Warga Mangunreja.

Polisi telah menangkap kelima pelaku. Akibat perbuatanya, pelaku terancam pidana seumur hidup karena melakukan pembunuhan berencana. Polisi juga telah mengamankan barang bukti alat praktik ritual perdukunan mulai dufa, tasbih, taring hewan buas, HP, pisau dan pakaian korban.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana
Sumber: Detik.com



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler