Connect with us

METROPOLITAN

Menderita 15 Luka Tusukan, Ini Kondisi Kekinian Istri Dosen Desain Grafis yang Semula Kritis

Published

on

Petugas memasang garis polisi di rumah Azwar Aditya Putra, dosen desain grafis sebuah perguruan tinggi di Tangerang yang tikami istri hingga kritis. (Foto:SindoNews.com)

Tangsel – Siska Meylani (39) kondisinya sempat kritis setelah dihujani tikaman pisau oleh suaminya, Azwar Aditya Putra (35) di rumah kontrakan mereka di Perumahan Viola Residence, Graha Raya, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa dini hari, 4 Februari 2020 sekitar jam 01.00 WIB.

Yang mengerikan, pelaku merekam aksi sadisnya menggunakan kamera ponsel miliknya. Pelaku mengaku melihat istrinya menampakan wujud dengan sosok bertaring yang disebutnya Dajjal.

Pada sisi lain,Azwar yang merupakan dosen desain grafis Universitas Raharja Tangerang ini justru dikenal sebagai pengajar yang humanis oleh rekan dan mahasiswanya.

BACA :  Polisi Gadungan yang Tewas Ditembak di Cikupa Ngontrak di Serpong

BACA JUGA: Suka Hal Indah, Ini Profil Dosen Desain Grafis yang Rekam Aksi Sadis Tikam Istri hingga Kritis

Dikutip BantenHits.com dari Tempo.co, kekinian, kondisi Siska disebutkan mulai membaik. Kapolsek Serpong Komisaris Stephanus Luckyto mengatakan korban dalam kondisi stabil.

“Kondisinya mulai membaik, kemarin kalau tidak salah istrinya mendapat kurang lebih 15 tusukan menggunakan pisau dapur yang dilakukan suaminya sendiri,” kata Luckyto, Rabu 5 Februari 2020.

Setelah dibawa ke rumah sakit Permata Ibu, Tangerang, korban mendapat banyak jahitan di berbagai bagian tubuhnya, karena tusukan mengenai kaki, kepala dan bagian tangan.

“Korban dalam kondisi stabil karena kemarin sudah melaksanakan operasi penyambungan pembuluh darah, karena tusukannya dalam itu sampai tulang,” ujarnya.

BACA :  Ajakan Rujuk Ditolak Mentah-mentah, Guru SMA di Serang Tega Bacok Mantan Istri sampai Terkapar

Pelaku Rusak Fasilitas Tahanan

Luckyto mengungkapkan, Azwar dipindahkan ke RS Polri Kramat Jati. Pemindahan dilakukan pada Selasa dinihari.

“Saat di sini tidak sempat kita periksa karena belum bisa berkomunikasi, maka dari itu kita bawa dia ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut baik psikis, kejiwaan dan kesehatannya,” ungkapnya.

Saat Azwar ditahan di Polsek Serpong, polisi belum bisa memeriksanya karena dia belum bisa diajak komunikasi. Bahkan saat ditahan, pelaku penusukan itu sempat teriak-teriak dan merusak beberapa fasilitas ruang tahanan.

“Saat kita tahan, dia teriak-teriak dan merusak kaca mika yang ada di tempat besuk, ada beberapa yang dipecahkan sama dia, memang kondisi psikisnya tidak stabil itu,” ungkapnya.

BACA :  Tahun Baru 2019, Pemkab Lebak Minta Masyarakat Punya Semangat Baru Membangun Lebak

Polisi segera membawa Azwar ke RS Polri Kramat Jati untuk diperiksa kondisinya. Dikhawatirkan Azwar akan membahayakan tahanan lain bila digabung dalam satu ruangan. 

Namun sebelum peristiwa penusukan itu, para tetangga kerap mendengar pasangan itu cekcok.

“Pernah mereka ribut sampai bunyi benturan benda ke tembok, tapi saya tidak tau benda apa itu, yang jelas kalau sedang ribut suaranya kedengeran sampai rumah saya,” kata Christin, tetangga samping rumah pelaku.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana
Sumber: Tempo.co

 



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler