Connect with us

METROPOLITAN

Bengisnya Petugas Bank Keliling di Pandeglang, Wajan Pedagang Nasi Goreng Disita Padahal Pembeli Lagi Antre

Published

on

Spanduk penolakan keberadaan bank keliling di Desa Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. (FOTO: Dok. BantenHits.com)

Pandeglang – Awas! Jangan mau terjebak praktik riba para rentenir alias bank keliling. Di Kabupaten Pandeglang, seorang pedagang nasi goreng menjadi korban kebengisan para petugas bank keliling.

Pedagang nasi goreng di Pasar Labuan, Kabupaten Pandeglang korban bank keliling ini bernama Haerudin. Dia nyaris tak bisa berjualan karena wajannya disita petugas bank keliling. Padahal saat itu di lapak jualannya tengah antre pembeli.

Dikutip BantenHits.com dari Inews.id, video aksi penyitaan wajan pedagang nasi goreng ini mendadak viral di sosial media (sosmed). Dalam video tersebut, oknum petugas tersebut juga mengancam akan menyita gerobak nasgor milik Haerudin jika tidak segera melunasi utangnya sebesar Rp2,5 juta.

BACA :  Lagi, Kecelakaan Terjadi di Perimeter Bandara Soetta

Haerudin pun akhirnya terpaksa meminjam wajan ke warga agar dirinya bisa tetap berjualan nasi goreng.

BACA JUGA: Warga Tolak Bank Keliling Masuk Kampung Cisantri

Haerudin menuturkan, peristiwa itu terjadi saat dirinya baru membuka dagangannya. Tiba-tiba, dia didatangi petugas bank keliling dan menagih utang sebesar Rp2,5 juta. Namun, lantaran belum punya uang, Haerudin tak bisa memenuhi permintaan petugas bank keliling tersebut.

“Bapak saya kecelakaan di kampung, pak, makanya saya belum bisa bayar (utang),” kata pedagang nasgor asal Tegal, Jateng itu, Kamis,6 Februari 2020.

Menurut Haerudin, sebelum dua wajan yang biasa dipakai untuk menggoreng nasi disitia petugas bank keliling dirinya sudah memohon agar tidak mengambil dua wajan.

BACA :  Bawa Sabu, Penumpang KMP Safira Nusantara Diringkus Ditpolair Polda Banten

BACA JUGA: Cegah Umat Terjerat Bahaya Riba, Pentra Master Gelar Pesantren tanpa Riba di Masjid Baiturrohmah Ciputat

“Saya sudah memohon jangan disita penggorengan saya. Waktu itu, saya baru mau buka dagangan tapi tetap saja disita,” ucapnya.

Lantaran dua wajannya tetap disita, Haerudin kemudian meminjam wajan milik Pepeng warga di sekitar lokasi pasar.

“Saya kasihan dia mau dagang malah wajannya disita,” ucap Pepeng.

BACA JUGA: Begini Kata MUI Soal Penolakan Warga Pandeglang Terhadap Bank Keliling

Dia mengaku kaget melihat Haerudin mendatanginya dalam kondisi panik. Sebab, saat hendak melayani pembeli tiba-tiba datang penagih hutang dan menyita penggorengan.

Saat kejadian, tanpa diduga banyak warga yang merekam penyitaan dua wajan itu dan disebarkan ke media sosial hingga viral. Warga berharap ada bantuan buat Haerudin agar bisa melunasi utang ke bank keliling.

BACA :  KMS 30 Sebut Janji Kampanye WH-Andika Cerita Fiksi

Editor: Darussalam Jagad Syahdana
Sumber: Inews.id



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler