Connect with us

METROPOLITAN

Mulai 1 Maret 2020 Pemesanan Tiket Online Diberlakukan di Pelabuhan Merak

Published

on

H-3 JELANG NATAL 2018 PELABUHAN MERAK MULAI PADAT

FOTO ILUSTRASI: H-3 menjelang Natal 2018, Pelabuhan Merak mulai padat oleh kendaraan yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Bakuheni Lampung. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Jakarta – Terhitung mulai 1 Maret 2020, ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan memberlakukan pemesanan tiket online di Pelabuhan Merak. Kebijakan diberlakukan menyusul maraknya penjualan tiket melalui pengurus truk alias Petruk.

Dikutip BantenHits.com dari Kompas.com, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengeluhkan keberadaan “Petruk” di pelabuhan yang dikelola perseroannya.

Ira menjelaskan, cara kerja Petruk, yakni mengarahkan sebuah truk untuk menumpangi kapal tertentu. Tentu saja, tarif yang ditawarkan Petruk lebih murah dari tarif yang telah ditentukan.

Misalnya, jika tarif resmi sebuah truk untuk masuk ke kapal sebesar Rp 2 juta, maka harga yang ditawarkan Petruk hanya Rp 1,7 juta.

BACA :  Gemasaba Pandeglang Sebut Dimyati Intervensi Irna soal Mutasi Pegawai

“Petruk ini sejarahnya panjang banget, di sana ada komunitas jawara udah seabad, salah satu pusat ekonomi itu adalah Pelabuhan Merak,” ujar Ira di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020.

Melalui pemesanan tiket secara online, lanjutnya, tak bisa lagi para pengguna moda transportasi tersebut membeli tiket secara manual.

“Kebayang kalau sehari saja ada dua ribuan truk dan kendaraan masuk, kalau itu dibolehkan dengan sistem yang masih manual seperti itu, kebayang berapa loss yang kita rasakan,” kata Ira.

Ira berharap dengan diterapkannya pemesanan tiket secara online bisa mendongkrak pendapatan perseroannya.

“Pengurus truk ini biasanya membantu mengamankan truk alias titik-titik, itu ada ekonomi tersendiri, jadi itu membuat ASDP juga kemarin-kemarin menjadi tidak bersih,” ucap dia.

BACA :  Proyek Gedung DPMPTSP Cilegon Rp13,95 Miliar Alami Deviasi

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler