Connect with us

BERITA KANDIDAT

Jargon ‘Perubahan untuk Cilegon’ dan ‘Setop Dinasti Korupsi’ Digaungkan Calon Independen di Pilkada Cilegon 2020

Published

on

Salah satu poster Ali Mujahidin-Lian Firman yang terpasang di salah satu ruas jalan protokol Kota Cilegon. (BantenHits.com/Iyus Lesmana).

Cilegon- Sejumlah sosok bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon mulai bermunculan menjelang Pilkada 2020. Hal itu terlihat dengan maraknya atribut kampanye seperti spanduk/baligho sampai Poster yang mulai memenuhi space di jalan protokol kota Baja.

Berbagai model dan tagline dimunculkan masing-masing bakal calon mulai dari Helldy Agustian, Iye Iman Rohiman, Ratu Ati Marliati, Awab, Reno Yanuar, Faturrohman Salim serta Ali Mujahidin-Lian Firman.

Salah satunya milik pasangan balon Ali Mujahidin-Lian Firman. Mengusung tagline ‘Dinasti dan Korupsi Harus Terhenti’ pasangan yang digadang-gadang maju melalui jalur independen ini berhasil mencuri perhatian publik.

BACA :  Usai Umroh, Dimyati Siap Deklarasi Cagub Independen

Saat dikonfirmasi awak media Ali Mujahidin mengungkapkan jargon yang diusungnya itu merupakan semangat perubahan. Pasalnya selama 20 tahun terakhir ini Kota Cilegon telah dipimpin oleh dinasti yang sama.

“Kan 20 tahun Kota Cilegon ini. Punya dua kepala daerah, dua-duanya berurusan dengan hukum. Ditangkap KPK, ini kan fakta, Persoalan di kepemimpinan, kalau potensi daerah tidak diragukan lagi. Akar pangkal masalah dari korupsi,”ujar Ali kepada awak media, Sabtu, 7 Februari 2020.

Pria yang akrab disapa Mumu ini mengaku tidak khawatir jika slogan yang dipasangnya pada baliho dan spanduk dikategorikan masuk kedalam kampanye hitam. Menurutnya Kota Cilegon mempunyai pontensi yang cukup besar sehingga perlu ada perubahan dalam kepemimpinan dan tata kelola pemerintah.

BACA :  JB Membelot, Andika: Pasti Kecewa Kita Sudah Lama Bersama

“Yang jelas kita tidak menyinggung siapa-siapa, karena ini fakta, Kalau pun ada yang tersinggung, berarti dia merasa. Yang jelas semboyan ini tergantung dari orang yang menilai, apalagi masyarakat sekarang itu  sudah pada pinter,” tegas Ketua PB Al- Khairiyah ini.

Sementara Intaria salah seorang masyarakat menilai bahwa slogan yang terdapat di baliho pasangan Ali Mujahidin-Lian Firman tidak ada yang salah, justru hal tersebut mengingatkan kepada masyarakat akan bahaya terhadap laten korupsi.

“Menurut saya sih  tulisan di spanduk Pak  Mumu  itu  positif dan mengingatkan kita sebagai masyarakat kalau korupsi itu bahaya dan menjadi musuh kita bersama,”ujarnya Singkat.

Editor: Fariz Abdullah



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler