Connect with us

Berita Utama

Gara-gara Virus Corona, Imigrasi Kota Tangerang Keluarkan Kebijakan Perpanjang Izin Tinggal Darurat untuk WNA China

Published

on

Kepala Kantor Imigrasi Non TPI Kelas I Kota Tangerang, Felusia Sengky Ratna (kiri) saat ekspos pengungkapan 15 WNA yang melanggar administrasi keimigrasian. Mereka diamankan di Apartemen Great Western dan Cassa De Praco (CDP) BSD City. (BantenHits.com/ Hendra Wibisana)

Tangerang – Kantor Imigrasi Non TPI Kelas I Kota Tangerang menyiapkan langkah untuk mengizinkan Warga Negara Asing atau WNA China memperpanjang izin tinggal darurat mereka.

Pasalnya, sebanyak 1.067 WNA asal China di Tangerang berpotensi melanggar waktu izin tinggal yang sudah ditentukan dalam dokumen keimigrasian mereka menyusul akses pulang-pergi WNA China dari jalur bandara masih ditutup akibat mewabahnya Virus Corona.

Dikutip BantenHits.com dari Kompas.com, Kepala Kantor Imigrasi Non TPI Kelas I Kota Tangerang, Felusia Sengky Ratna mengatakan, untuk mengantisipasi potensi overstay pihaknya sudah menyosialisasikan perpanjangan izin darurat.

BACA :  Tahun Baru Islam Disambut Meriah di Pandeglang, Begini Harapan Warga

“Tentu saja kalau untuk potensi mereka jadi overstay pasti. Itu sebabnya, Dirjen Imigrasi sudah memberikan langkah untuk mengizinkan WNA China memperpanjang izin tinggal darurat mereka. Sekarang tinggal kita mensosialisasikan dan juga kita inventarisir dan berikan notifikasi (WNA China) memperpanjang izin tinggal,” kata Felusia, Selasa, 11 Februari 2020.

Sengky mengatakan, saat ini sudah ada 50 orang WNA China yang mengajukan perpanjangan izin tinggal darurat ke Imigrasi Non TPI Kelas I Kota Tangerang.

Dia juga mengimbau agar masyarakat Tangerang bisa memberikan informasi apabila ada WNA China atau WNA dari negeri lain yang beraktivitas di lingkungan sekitar dan sudah cukup lama untuk segera melaporkan ke pihak Imigrasi.

BACA :  Ini Jadwal Keberangkatan 1.527 Calon Haji Asal Tangerang

“Kalau memang mengetahui keberadaan org asing itu, kami meminta kerjasama masyarakat membantu menginformasikan,” kata dia.

Adapun sebelumnya, penutupan penerbangan dari dan menuju China resmi diberlakukan pada Rabu, 5 Februari 2020) lalu.

Pada Selasa malam, 4 Februari 2020, Bandara Soekarno-Hatta resmi menutup penerbangan dari dan ke China setelah penerbangan terakhir pukul 23.45 WIB.

Penerbangan terakhir dari Bandara Soekarno-Hatta ke China yakni Maskapai China Eastern MU 5070 tujuan Pudong Shanghai, China.

“Malam ini adalah pemberlakuan dimulainya penundaan penerbangan sementara dari dan menuju China,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura II Persero Muhammad Awaluddin, Selasa malam.

Awaluddin mengatakan pemberlakuan penutupan sementara tersebut mulai efektif per tanggal 5 Februari pukul 00.00 WIB.

BACA :  Tim Saber Pungli Tangkap Dua PNS Dinas Pendidikan Kota Serang

Selain itu, Awaluddin mengatakan ada tiga maskapai domestik yang melayani penerbangan ke China dan harus ditutup sementara, yakni Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air.

“Ditambah dengan maskapai asingnya ada Air China, China Southern. Terhitung mulai malam ini tiga masakapai domestik dan lima maskapai asing menghentikan sementara dari dan menuju ke China,” kata dia.

Awaluddin mengatakan, penutupan tersebut kemungkinan akan berlaku untuk tahap pertama selama 30 hari ke depan.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana
Sumber: Kompas.com



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler