Connect with us

Berita Utama

Jin Penumpang Lion Air Positif Kena Corona, Kondisi 187 Lainnya dan 11 Kru yang Terbang Bersama Belum Diketahui

Published

on

FOTO ILUSTRASI: Pemerintah Indonesia saat akan melakukan evakuasi WNI dari Wuhan China menggunakan pesawat Batik Air. (FOTO: Dok. Batik Air)

Tangerang – Salah satu penumpang Lion Air, seorang warga China bernama Jin dinyatakan positif terkena virus corona oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Kota Huainan, Provinsi Anhui, China, Rabu, 5 Februari 2020.

Jin diketahui menggunakan pesawat Lion Air JT-2618 dari Bandara Internasional Tianhe Wuhan, China tujuan Denpasar, Rabu, 22 Januari 2020.

Menurut Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis yang diterima BantenHits.com, pesawat Lion Air JT-2618 mengangkut 188 penumpang dan 11 kru.

“Dalam penerbangan ini, Lion Air membawa dua pilot, satu kopilot, enam awak kabin, dua teknisi dan 188 tamu atau penumpang,” jelasnya.

Saat BantenHits.com menanyakan rincian status kewarganegaraan 187 penumpang lainnya, juga kondisi kekinian mereka berikut 11 kru, Danang tak menjelaskan.

Jin Enam Hari di Indonesia

Dikutip BantenHits.com dari Kumparan.com, akun resmi Pemerintah Provinsi Anhui di laman Weibo, Jin sebelumnya sempat berkunjung ke Bali akhir Januari lalu.

BACA :  Truk Patah As di KMP Elysia, Pelayaran Merak-Bakauheni Terhambat

Berdasarkan keterangan di laman tersebut, Jin terbang ke Bali dari Wuhan menggunakan maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT-2618 pada 22 Januari. Setelah sepekan, Jin lalu terbang ke Shanghai menggunakan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-858 pada 28 Januari.

Begitu sampai di Shanghai, Jin sempat menginap di hotel Bandara Pudong dan pergi ke Stasiun Selatan Nanjing keesokan harinya untuk menuju ke Huainan menggunakan kereta bernomor seri G1814 dan G2809. Lima hari kemudian, Jin dinyatakan positif terjangkit virus corona oleh CDC Kota Huainan.

“Bagi penumpang di penerbangan atau kendaraan yang disebutkan di atas, mohon segera melakukan tindakan pencegahan. Tolong jangan keluar untuk sementara waktu dan jika merasa demam, segera pergi ke rumah sakit terdekat. Gunakan masker saat ke rumah sakit dan jangan gunakan transportasi umum,” tulis pemerintah Provinsi Anhui dalam akun Weibonya, Rabu, 12 Februari 2020.

BACA :  Fakta-fakta Pembantaian Satu Keluarga di Waringin Kurung; Dari Faktor Ekonomi hingga Lapo Tuak di JLS Cilegon

Pesawat Disemprot Disinfectant

Lion Air menyebut, Petugas Medis Kantor Kesehatan Pelabuhan atau KKP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menyatakan seluruh penumpang JT-2618 dari Bandara Internasional Tianhe Wuhan, China tujuan Denpasar, Rabu, 22 Januari 2020, dinyatakan tidak terindikasi atau tidak memiliki tanda-tanda terkena virus corona.

“Penerbangan JT-2618 sudah dipersiapkan dengan baik, sebelum keberangkatan seluruh kru dan tamu menjalani pemeriksaan kesehatan berdasarkan ketentuan,” jelasnya.

Dijelaskan Danang, Lion Air mengoperasikan dengan pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LJT berangkat sesuai jadwal pada 17.05 waktu setempat (Time in Wuhan, Hubei, GMT+ 08) dari Wuhan dan mendarat di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada 22.55 waktu setempat (Waktu Indonesia Tengah, GMT+ 08).

“Sehubungan dengan informasi yang berkembang terkait satu penumpang dari Wuhan yang dikabarkan terindikasi virus corona, bahwa Lion Air menerima keterangan setelah seluruh awak pesawat dan penumpang dilakukan pemeriksaan, pengecekan oleh tim medis Kantor Kesehatan Pelabuhan/ KKP Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai dinyatakan tidak terindikasi (tidak memiliki tanda-tanda) terkena virus dimaksud,” ungkapnya.

BACA :  PN Tangerang Tolak Gugatan Alfamart Terhadap Mustolih Siradj dan KIP

Ketika pesawat berada pada pelataran parkir bandar udara (apron), lanjutnya, petugas teknisi bekerjasama dengan pihak terkait melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray) sesuai prosedur yang berlaku.

“Hal tersebut sebagai upaya memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan perjalanan udara kepada awak pesawat dan penumpang, terutama tindakan antisipasi sesuai pemberitahuan dari otoritas setempat mengenai dampak wabah virus corona,” bebernya.

Danang menambahkan, Lion Air rute tersebut mengoperasikan tiga kali layanan dalam seminggu, setiap Rabu, Jumat dan Minggu. Lion Air pada 22 Januari 2020 masih melayani penerbangan yang membawa penumpang, JT-2619 Denpasar ke Wuhan dan penerbangan JT-2618 Wuhan ke Denpasar.

Pada Jumat, 24 Januari 2020 dan Minggu, 26 Januari 2020, operasional penerbangan Lion Air rute Denpasar ke Wuhan bertujuan untuk pemulangan penumpang. Penerbangan Wuhan – Denpasar dioperasikan sebagai ferry flight yakni hanya membawa kru dan tidak menerbangkan tamu atau penumpang.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana




Photos

  • Videos


  • Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    1 of 3
    Video Redaksi
    2 of 3
    Video Redaksi
    3 of 3
  • Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

    Terpopuler