Connect with us

METROPOLITAN

Mahluk Hidup Bisa Langsung Mati Jika Terpapar Radioaktif yang Bocor di Perumahan Batan Indah

Published

on

Batan kembangkan teknologi nuklir untuk kesehatan. (Dok.BantenHits.com)

Tangsel – Manusia dan mahluk hidup lainnya, bisa langsung mati jika terpapar radioaktif yang mencemari area tanah kosong di samping lapangan voli Blok J, Lingkungan Perumahan Batan Indah, Serpong.

Sumbe radioaktif tersebut bernama Caesium137 dengan umur radiasi 30 tahun. Dia memancarkan sinar gamma. Sinar gamma inilah yang mudah menembus tanah dan larut dalam air tanah.

Hal tersebut disampaikan ahli nuklir Indonesia dari Universitas Gadjah Mada, Yudi Utomo Imardjoko seperti dikutip BantenHits.com dari Kantor Berita RMOL.

Menurut Yudi, jenis radioaktif yang bocor di Perumahan Batan Indah sama dengan dari radioaktif yang bocor di Chernobyl, Rusia, tahun 1986 dan Fukushima, Jepang, tahun 2011.

BACA :  50 Persen Kantor Kelurahan di Kota Serang Kondisinya Rusak

Karena itu penangannya atau dekontaminasi terhadap radioaktif itu harus dilakukan dengan cara yang sama. Tanah yang terkontaminasi diambil dan disimpan dalam karung selama 30 tahun.

“Kalau kena manusia atau makhluk hidup, ikut air atau tertelan bisa mematikan,” katanya menerangkan.

“Jadi harus secepatnya didekontaminasi,” sambung mantan Dirut BatanTek, sebuah BUMN yang memproduksi radio isotop untuk keperluan medis.

Cara mendekontaminasi tanah yang tercemar oleh zat radioaktif itu adalah dengan mengamankannya dan menggantikannya dengan tanah yang belum tercemar.

“Lalu tanah yg tercemar dimasukkan dalam karung disimpan selama 30 tahun,” kata Yudi lagi yang baru-baru ini berhasil menciptakan baterai nuklir yang dapat bertahan antara 40 hingga 80 tahun.

BACA :  LBH Banten Resmi Praperadilan-kan Polres Pandeglang terkait Rusuh Mayora Grup

Menurut Yudi lagi, metode dekontaminasi ini sepintas terlihat merepotkan, karena kontaminasinya sama dengan yang di Chernobyl dan Fukushima.

Unit pemantau radioaktivitas lingkungan atau (Mobile RDMS–MONA) milik Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) tiba-tiba menemukan kenaikan nilai paparan radiasi di lingkungan area tanah kosong di samping lapangan voli Blok J, Lingkungan Perumahan Batan Indah.

Sebagai langkah antisipatif, BAPETEN langsung menginformasikan hal tersebut ke ketua RT setempat dan memasang safety perimeter (garis pembatas) di lokasi yang terdeteksi laju paparan tinggi.

Kepala Biro Hukum, Kerja Sama,
dan Komunikasi Publik BAPETEN, Indra Gunawan dalam keterangan tertulis di laman resmi BAPETEN mengatakan, BAPETEN dan BATAN telah mengambil sampel tanah di sekitar lokasi untuk dilakukan analisa lebih lanjut di laboratorium PTKMR-BATAN.

BACA :  Truk Tangki Pertamina Terguling di Cilegon

Berdasarkan hasil analisa di laboratorium dan juga hasil pengukuran laju paparan
sebelumnya, tim gabungan BAPETEN dan BATAN melakukan upaya
pencarian sumber yang diduga menjadi penyebab kenaikan laju paparan di atas.

“Kegiatan pencarian telah dilaksanakan pada tanggal 7-8 Februari 2020 yang
menemukan beberapa serpihan sumber radioaktif,” ungkap Indra.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler