Connect with us

METROPOLITAN

Dendam Pilkades Jadi Latar Penyerangan Brutal yang Menewaskan Pengawal Mobil Limbah Tambang di Desa Pengarengan

Published

on

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengungkapkan pihaknya telah menangkap lima pelaku penyerangan brutal terhadap tiga pengawal mobil limbah tambang di Desa Pangarengan. (Foto: Dok. BantenHits.com)

Cilegon – Jajaran Polres Cilegon telah menangkap lima pelaku penyerangan brutal terhadap tiga pengawal mobil limbah tambang PT Sumber Gunung Maju (SGM) di Kampung Pangrango Dukuh, Desa Pengarengan, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Senin, 17 Februari 2020.

Aksi penyerangan membuat satu pengawal mobil, Khaerul Anwar, tewas setelah dadanya dihujani sabetan golok. Sementara dua lainnya, Syafrudin (45) dan Nursidi (37), harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Cilegon.

Salah satu tersangka Nasrudin diketahui merupakan mantan kepala desa Pengarengan selama tiga periode, sebelum akhirnya kalah dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) 2019 oleh Saifulloh, yang tak lain kakak kandung korban yang tewas saat penyerangan.

BACA :  Taksi Online Dirusak Sopir Angkot di Nusa Jaya Tangerang

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengungkapkan, pemicu penganiayaan tersebut diduga masih ada keterkaitan dengan pemilihan kepala desa Pengarengan, Kecamatan Bojonegara pada 2019 silam.

“Pemicunya ada dua, pertama dikarenakan masih ada riak-riak Pilkades kemarin karena Nasrudin ini merupakan calon yang kalah pada saat bersaing dengan kepala desa yang terpilih ya itu Saifulloh,” ungkapnya.

Selain terkait pilkades, lanjut Yudhis, diketahui, pelaku sebelumnya telah melakukan kerjasama dengan PT SGM untuk dapat mengangkut dan mengelola sirdam yang merupakan campuran material batu dan pasir hasil produksi anak perusahaan PT Batu Alam Makmur (BAM) grup untuk kepentingan masyarakat. Namun belakangan diketahui bahwa pelaku menjual sirdam untuk kepentingan dirinya sendiri.

BACA :  Disebut Pencitraan, Bupati Irna: Ibu Jadikan Muhasabah

“Yang kedua dikarenakan memang sudah enam tahun pelaku melakukan kerjasama dengan PT SGM untuk mengambil sirdam yang mana sirdam ini merupakan limbah dari Cruses PT SGM yang bisa di jual, Ia tersinggung karena kepala desa Saifulloh ingin mengambil DO dari PT SGM untuk kepentingan BUMDes karena menurut masyarakat Nasrudin juga melakukan hal yang sama dengan alasan untuk kepentingan masyarakat, namun belakangan diketahui ia jual untuk kepentingan pribadi,” imbuhnya.

Selain mengamankan kelima tersangka petugas juga berhasil menyita barang bukti berupa dua buah senjata tajam yang digunakan pelaku untuk membacok korban, satu buah kendaraan roda empat, pakaian korban serta lima unit sepeda motor.

BACA :  Sarana Ibadah di RSUD Adjidarmo Dikeluhkan

“Pelaku di jerat dengan pasal 340 KUHPidana dan atau pasal 338 KUHPidana dan atau Pasal 170 KUHPidana dengan ancaman hukuman selama-lamanya atau dua puluh tahun penjara. Untuk menjaga kondusivtas di lokasi kita juga mengerahkan pasukan bantuan dari Brimob Polda Banten,” tandas Kapolres.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler