Connect with us

Berita Utama

Mantan Kepala Desa Tiga Periode Jadi Otak Penyerangan Brutal yang Tewaskan Satu Pengawal Mobil Limbah Tambang di Pengarengan

Published

on

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengungkapkan pihaknya telah menangkap lima pelaku penyerangan brutal terhadap tiga pengawal mobil limbah tambang di Desa Pangarengan. (Foto: Dok. BantenHits.com) 

Cilegon – Tiga warga Kampung Pangrango Dukuh, Desa Pengarengan, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang yakni Syafrudin (45), Nursidi (37) dan Khaerul Anwar (40), diserang secara brutal oleh kelompok bersenjata, Senin, 17 Februari 2020.

Mereka diserang saat hendak mengawal pembelian sirdam yang diorder atas nama BUMDes Mutiara Lempuyang milik Pemerintah Desa Pengarengan di Pintu masuk area Bravo 10 PT Sumber Gunung Maju (SGM).

Namun, kelompok penyerang ternyata juga mengklaim sebagai pemilik sirdam tersebut. Mereka mengordernya atas nama Abijar. Perselisihan ini akhirnya memicu penyerangan.

BACA :  Putus Mata Rantai Penyebaran Virus Corona, 11 Ruang Publik di Kota Cilegon Disemprot Disinfektan

Dalam peristiwa tersebut, Khaerul Anwar (40), meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis. Nyawa Khaerul tak bisa diselamatkan karena luka sabetan golok di dadanya sangat parah.

Sementara, Syafrudin (45) bersama Nursidi (37) hingga Selasa, 18 Februari 2020 masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Cilegon.

Jajaran Satreskrim Polres Cilegon langsung bergerak cepat. Mereka berhasil mengamankan sebanyak lima tersangka pelaku penyerangan brutal itu.

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, kelima pelaku yang ditangkap yakni Nasrudin (50), Safiudin (60), Subedi (53), Ikhsan (48) dan Hasuni (47) saat ini sudah berhasil diamankan.

Saksi-saksi yang sudah dimintai keterangan oleh penyidik menyebutkan, saat kejadian para pelaku tersebut telah melakukan penganiayaan dengan cara membacok korban di tiga lokasi yang berbeda.

BACA :  KSOP Kelas 1 Banten Uji Petik Kapal di Pelabuhan Merak Jelang Angkutan Natal dan Tahun Baru

“Salah seorang saksi mengatakan telah melihat pelaku Nasrudin menghampiri dirinya dengan membawa senjata tajam sambil mengancam kemudian saksi berlari dan hanya tertinggal korban Nursidi dan pelaku membacok korban mengenai bagian kaki kanan. Selanjutnya saksi berlari karna masih dikejar oleh pelaku,” ujar Yudhis kepada awak media, Selasa, 18 Februari 2020.

Salah seorang tersangka yakni Nasrudin, lanjut Yudhis, diketahui merupakan mantan kepala desa Pengarengan selama tiga periode sebelum digantikan oleh kepala desa yang saat ini telah menjabat yaitu Saifulloh.

Setelah melakukan pembacokan terhadap Nursidi pelaku juga melakukan hal yang serupa kepada dua korban lainnya yakni Khaerul Anwar yang tak lain adik kandung dari kepala desa Saifulloh dan Syafrudin.

BACA :  Arus Balik Libur Akhir Tahun, 554.526 Penumpang Kapal Sudah Kembali ke Pulau Jawa

“Sekitar 20 meter dari TKP pertama pelaku bertemu dengan korban Khaerul Anwar yang berada di atas motor dan langsung membacok, kemudian pelaku juga bertemu dengan korban Syafrudin yang terjatuh setelah di tabrak pelaku lainnya dan langsung di bacok oleh pelaku Nasrudin,” bebernya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler