Connect with us

METROPOLITAN

Kades Pengarengan Ungkap Tiga Korban Penyerangan Brutal di Area Tambang PT SGM Tengah Jalankan Tugas BUMDes

Published

on

Kades Pengarengan Saifulloh minta para pelaku penyerangan brutal yang menewaskan adiknya dihukum setimpal. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Aksi penyerangan brutal oleh sekelompok pria bersenjata terjadi di pintu masuk area Bravo 10 PT Sumber Gunung Maju (SGM), Kampung Pangrango Dukuh, Desa Pengarengan, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Senin, 17 Februari 2020.

Peristiwa tersebut memakan tiga korban, bahkan satu di antaranya tewas. Korban tewas adalah Khaerul Anwar (40), sementara dua korban lainnya menderita luka bacokan serius, yakni Syafrudin (45) dan Nursidi (37).

Kepala Desa Pengarengan Saifulloh mengungkapkan, para korban saat itu tengah membeli sirdam yang diorder atas nama BUMDes Mutiara Lempuyang milik Pemerintah Desa Pengarengan. Sirdam adalah limbah hasil tambang yang dihasilkan PT Sumber Gunung Maju (SGM).

BACA :  Balita Penumpang Lion Air JT-610 bersama Lima Lainnya Teridentifikasi Tim DVI Polri

Para pelaku menurut Saifulloh, mengklaim telah menguasai material sirdam milik PT SGM. Sementara pihaknya, ingin mengambil sirdam yang selama ini dikuasai oleh pelaku Nasrudin selama kurang lebih 6 tahun untuk kepentingan masyarakat melalui BUMDes Mutiara Lempuyang.

“Pada saat itu karena perusahaan ini diintimidasi oleh pelaku, ini BUMDes (kalau mau dapat order) harus melalui dia (pelaku). Sementara saya punya legalitas hukum yang jelas. Bisa juga BUMDes yang mengatur dia (pelaku) sebab ini kan untuk kesejahteraan masyarakat, dikembalikan lagi untuk masyarakat,” jelasnya.

Menurut Saifulloh, aktivitas pembelian sirdam oleh BUMDes Mutiara Lempuyang sudah berjalan 15 hari lebih. Sejauh ini tak terjadi masalah hingga akhirnya pecah peristiwa berdarah.

BACA :  Polres Tangerang Sambut Kedatangan Pemutilasi di Bandara Soetta

“Sudah jalan kurang lebih mau setengah bulan sembilan hari. Tidak ada masalah, pas kesembilan harinya timbul masalah ini,” jelasnya.

Saifulloh juga merupakan kakak kandung Khaerul Anwar, salah satu korban penyerangan yang meninggal dunia. Khaerul Anwar meregang nyawa setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Kota Cilegon.

Luka bacokan yang dideritanya di bagian dada sangat parah, sehingga petugas medis RSUD Kota Cilegon tak bisa menyelamatkan Khaerul Anwar. Sementara dua rekan Khaerul, hingga Selasa siang masih menjalani perawatan medis di RSUD Kota Cilegon.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler