Connect with us

Berita Utama

Mantan TKW Akan Gugat Ustad Kondang Sekaligus Pebisnis Pendukung Jokowi-Ma’ruf ke PN Tangerang

Published

on

Yusuf Mansur Datangi Lokasi Mobil Santri Terbalik di Green Lake City Cipondoh

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Quran Yusuf Mansur mendatangi lokasi mobil santri terbalik di Green Lake City Cipondoh. Meski tak ada santrinya yang jadi korban, Yusuf Mansyur merasa prihatin. (Dok.BantenHits.com)

Tangerang – Hilwa Humaira, mantan tenaga kerja wanita (TKW) di Hongkong, akan menggugat perdata ustad kondang sekaligus pebisnis Yusuf Mansur ke Pengadilan Negeri atau PN Tangerang.

Gugatan hukum dilakukan setelah Hilwa kecewa dan merasa dirugikan setelah mengikuti bisnis yang dikelola Yusuf Mansur.

Dikutip BantenHits.com dari vivanews.com, Hilwa Humaira mengaku sempat didapuk menjadi leader berskala internasional dan marketing executive di perusahaan itu.

“Saat menjadi star leader mendapatkan smart phone seharga Rp1 juta dan saya tidak bisa ambil karena biaya ngirim mahal dari Indonesia ke Hongkong,” ucap Hilwa saat peluncuran buku HM Joesoef di Surabaya, Selasa, 18 Februari 2020.

Kerugian yang diderita Hilwa, disebut lebih dari Rp17 juta. Langkah hukum menggugat perdata Yusuf Mansur dilakukan Hilwa karena somasi yang dilayangkan tak diindahkan Yusuf.

“Saya juga masih menunggu teman-teman yang lain yang ingin bergabung untuk melakukan langkah hukum,” katanya.

BACA :  Viral Begal Payudara Sasar Wanita di Rangkasbitung, Polisi Tingkatkan Patroli

Hilwa mengungkapkan, Yusuf juga menarik sedekah bulanan kepada para TKW yang menjadi member dengan janji anak-anak mereka bebas biaya ketika menempuh studi di pondok yang dikelola Yusuf. Hilwa mengaku apa yang dijanjikan Yusuf tak terbukti.

“Ternyata saat masuk pondok semua berbayar mahal,” ucapnya.

Sementara, melalui buku berjudul ‘Yusuf Mansur Obong’, Joesoef yang mengaku lama bergelut di dunia media massa dan kenal Yusuf Mansur, buka-bukaan tentang dugaan patgulipat Yusuf dalam berbisnis.

Joesoef mengaku kenal dengan Yusuf sejak dua puluh tahun lalu. Saat itu, Yusuf ia sebut dua kali bermasalah dengan hukum pada tahun 1998 dan 1999.

“Secara berturut-turut dia dipenjara di polsek enggak sampai pengadilan. Masing-masing dua tahun, kasusnya tidak jauh-jauh dari penipuan,” kata Joesoef di Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa, 18 Februari 2020.

Joesoef mengaku menaruh perhatian pada Yusuf Mansur setelah melihat keseriusannya untuk bertaubat dan mendirikan Pesantren Darul Qur’an. Joesoef kala itu masih sebagai jurnalis media yang berkonten islami. Menurutnya, Yusuf memiliki nilai untuk diorbitkan.

“Saya waktu itu mengorbitkan dia, sebelum terkenal sekarang,” ujarnya.

BACA :  Pengusaha Pandeglang Dukung Pengurangan Proyek PL

Joesoef mengaku terus mengikuti perkembangan Yusuf Mansur dan melakukan riset dalam hal bisnis yang dikelola ustaz muda tersebut. Ia menyebut bisnis yang dikelola Yusuf terdapat banyak unsur penipuan. Karena itu Joesoef tak heran ketika nama Yusuf ikut terserempet dalam kasus perumahan berlabel syariah yang ditangani Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya.

“Salah satunya perumahan syariah yang ternyata bodong di Sedati, Sidoarjo. Saya dua pekan yang lalu ke sana, ternyata developer-nya itu sewa tanah selama 10 tahun 2014-2024. Dari 40 orang yang sudah melapor, developer itu sudah bisa mengumpulkan uang Rp5 miliar,” ujar Joesoef.

Joesoef blak-blakan tentang bisnis Yusuf Mansur di buku yang disusunnya itu. Terdiri dari 33 bab, ia mengaku menyelesaikan buku dengan sampul bergambar wajah Yusuf Mansur itu selama enam bulan. Sebelum bukunya diluncurkan, Joesoef mengaku rutin menulis tentang Yusuf Mansur melalui blog thayyiba.com.

Joesoef mengaku buku ‘Yusuf Mansur Obong’ ia terbitkan sebagai bentuk kekecewaan terhadap para ulama dan kiai yang tahu keburukan Yusuf Mansyur tapi diam. Padahal, menurutnya, para ulama berkepentingan menjelaskan kepada publik agar umat tidak menjadi korban.

BACA :  Terungkap! Pelaku Pembantai Satu Keluarga di Waringin Kurung Lakukan Hal Ini pada Darah Korbannya

“Tujuan saya ingin menghentikan Yusuf Mansur yang membohongi jemaah atau umat. Sejak praktik investasi batu bara sampai saat ini, mirip-mirip, hanya casing-nya saja yang berbeda,” tuturnya.

Belum ada keterangan resmi dari Yusuf Mansur terkait tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepada ustad yang mukim di Kota Tangerang ini. BantenHits.com masih mengupayakan akses untuk mendapatkan konfirmasi Yusuf Mansur.

Dikutip dari Tempo.co, saat Pilpres 2019 lalu, Yusuf Mansur mengumumkan sikap politiknya dengam memberikan dukungan terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi dan Ma’ruf Amin di pemilihan presiden 2019. Yusuf menyampaikan dukungan lewat media sosial, Instagram pribadinya @yusufmansurnew.

“Saya, Yusuf Mansur, menghargai pilihan ustad-ustad dan ustadzah-ustadzah yang lain. Menghargai pilihan-pilihan ulama dan kiai yang lain. Sebagaimana saya
juga yakin, yang lain pun akan menghargai pilihan terbaik saya juga. Bahwa saya mendukung dan memilih Bapak Haji Jokowi dan Kyai Ma’ruf Amin, sebagai Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2019-2024,” tulis Yusuf Mansur di akun instagramnya pada Selasa, 9 April 2019.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana




Photos

  • Videos


  • Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    1 of 3
    Video Redaksi
    2 of 3
    Video Redaksi
    3 of 3
  • Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

    Terpopuler