Connect with us

Berita Utama

Warga Tewas Tersapu Air Bah di Underpass hingga Aksi Blokir Tol Jadi Sorotan Banjir di Kabupaten Tangerang

Published

on

Banjir di Kabupaten Tangerang yang terjadi sejak Sabtu-Senin, 1-3 Februari 2020, membuat 10 ribu warga dari 10 kecamatan terdampak. (FOTO: SindoNews.com)

Tangerang – Sejumlah titik di sejumlah kecamatan di Kabupaten Tangerang, seperti Kecamatan Kelapa Dua, Curug, Cikupa, dan Balaraja, disergap banjir, Selasa, 25 Februari 2020.

Dikutip BantenHits.com dari vivanews.co.id, sebanyak kurang lebih 600 rumah dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian hingga 1 meter.

Jalan Nasional Lumpuh

Bannjir juga merendam akses jalan utama, di antaranya Jalan Raya Serang. Air dengan ketinggian 10-20 sentimeter merendam ruas jalan nasional ini mulai dari kawasan Cikupa Kilometer 15 hingga pintu masuk Tol Bitung.

Akibatnya, para pengendara sepeda motor maupun mobil yang akan menuju Kota Tangerang atau Tol Bitung menuju Jakarta, kesulitan mengakses jalan itu. Polisi terpaksa mengatur ulang atau merekayasa lalu lintas dengan diarahkan ke jalur-jalur alternatif.

“Saat ini, kita lakukan rekayasa lalu lintas, di mana dari arah Balaraja atau Kabupaten Tangerang yang akan menuju Tol Bitung diarahkan untuk melalui kawasan padat karya,” kata Kepala Unit Turjawali Polres Kota Tangerang Iptu I Made Artana.

BACA :  Tanto Minta Program di Setiap OPD Strategis dan Prioritas

Dari kawasan padat karya Cikupa itu, pengendara kembali diarahkan menuju kawasan Pusat Perbelanjaan Citra Raya hingga keluar pintu gerbang Citra Raya menuju Bitung.

“Di Bitung sudah bisa dilalui pengendara meskipun memang masih banjir, tapi aksesnya sudah dibuka. Hanya saja tetap kita imbau kepada warga agar mencari jalur alternatif atau mengikuti jalur rekayasa yang kami lakukan,” ujarnya.

Akibat banjir ini, akses dari Cikupa di Tangerang menuju Tol Bitung mengalami kemacetan cukup panjang. Sejumlah pengendara pun ada yang memilih memutar arah untuk mencari jalan lain atau mengikuti rekayasa lalu lintas yang telah diterapkan.

Blokir Tol Tangerang

Saat lalu lintas tengah crowded, warga Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang yang terdampak banjir, melakukan aksi blokade menutup akses jalur tol dari Tangerang menuju Jakarta di Pintu Tol Bitung 2.

BACA :  Penegak Hukum Harus Tindaklanjuti WDP Tangsel!

Pemblokiran itu dilakukan dengan cara meletakkan batu mulai dari ukuran yang kecil hingga cukup besar di sekitar ruas tersebut hingga, sehingga menyulitkan kendaraan untuk melalui jalan tersebut.

Salah seorang warga, Alfian mengatakan, aksi warga itu dilakukan setelah rumah warga yang berada di sekitar Tol Bitung 2 terendam banjir akibat dampak dari pembangunan pintu Tol Bitung 2.

“Sebelum ada Tol Bitung 2 ini, kita enggak kebanjiran, karena saluran airnya cukup besar dan lancar, tapi karena ada pembangunan itu, saluran airnya menyempit dan airnya masuk ke pemukiman warga dan sekarang ini banjir setinggi 80 sentimeter,” katanya.

Sementara itu, Kepada Desa Kadu, Asdiansyah menjelaskan dampak dari pembangunan tol ini menyebabkan 200 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian mulai 1 hingga 1,5 meter.

“Hingga saat ini masih banjir, belum surut juga. Sekarang kita lagi proses negoisasi dengan warga dan jasa marga untuk bisa mempertanggung jawabkan dengan memperlebar saluran air,” ujarnya.

BACA :  Haerul Jaman Sebut Opini WDP karena Persoalan Aset

Setelah ada negoisasi itu, batu-batu yang tadinya ada di ruas jalan tol mulai dibersihkan dan diangkat satu per satu hingga jalur Pintu Tol Bitung 2 bisa dilalui lagi

Tewas Tersapu Air Bah

Sementara itu, SindoNews.com melaporkan, Dulatif (50), sekuriti PT Korindo, tewas terseret arus di underpass pintu keluar masuk Tol Balaraja Timur yang belum diresmikan di Desa Cibadak, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Selasa pagi, 25 Februari 2020.

Narmoto, saksi mata di lokasi mengatakan, saat kejadian, korban tengah melintas di underpas itu tidak tahu bahwa akan ada banjir. Setibanya di lokasi, air bah langsung menyapu underpass dan menggulung korban berikut motornya.

Saat ditemukan oleh warga, korban sudah tidak bernyawa dan masih berpegangan sepeda motornya. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi menuju ke rumah sakit.

“Dari identitasnya, korban diketahui warga Sukanegara, Cikupa. Dia memang terbiasa melewati underpass setiap berangkat kerja,” kata Narmoto.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana




Photos

  • Videos


  • Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    1 of 3
    Video Redaksi
    2 of 3
    Video Redaksi
    3 of 3
  • Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

    Terpopuler