Connect with us

Berita Utama

Gak Usah Takut Mogok! Ini Tips bagi Pengguna Mobil Toyota Agar Bisa Tetap Melaju saat Banjir Melanda

Published

on

Banjir di Jalan Ceger Raya Pondok Aren

Banjir merendam Jalan Ceger Raya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel. Warga menyebutk banjir di kawasan ini sudah bertahun-tahun tak pernah teratasi. (Dok.BantenHits.com)

Tangerang – Sejak Januari hingga akhir Februari 2020 ini, banjir terus mendera sejumlah wilayah di Jabodetabek dan Banten.

Tak hanya merendam kawasan permukiman, banjir juga merendam sejumlah jalanan utama. Banyak imbas banjir dirasakan warga terdampak, salah satunya rusaknya kendaraan roda empat akibat terendam banjir.

Biaya perbaikan yang tidak sedikit harus siap untuk dikeluarkan, apalagi kalau sampai kerusakan menyentuh mesin yang kemasukan air alias water hammer.

Sebenarnya, bagaimana cara mengemudi yang aman saat mobil Anda menemui jalan banjir?

Auto 2000 berbagi tips buat Anda, terutama pengguna mobil Toyota alias Auto Family. Menurut M. Ichwanudin, Public Relation Auto 2000, upaya paling tepat adalah dengan tidak menerobos banjir dan mencari jalan alternatif lain yang lebih aman.

Namun bila tidak memungkinkan, berikut beberapa tips yang bisa Auto Family lakukan:

1. Perhatikan Tinggi Genangan Air

Tinggi genangan air yang aman adalah maksimal setengah dari tinggi ban mobil lantaran ketinggian air masih di bawah intake mesin, aki, dan sistem kelistrikan di ruang mesin.

BACA :  Sering Padam, Pelayanan PLN Dikeluhkan Warga Pandeglang

“Bersabarlah dan perhatikan mobil lain yang menerjang banjir. Lebih baik lagi kalau ada mobil serupa mobil Auto Family sehingga bisa dijadikan patokan,” kata Ichwanudin melalui keterangan tertulis kepada BantenHits.com.

Patokan lainnya, lanjutnya, adalah pembatas jalan di tengah atau trotoar. Kalau masih terlihat, artinya aman untuk dilewati. Namun bila sudah tidak terlihat, cobalah pastikan seberapa tinggi genangan sebelum dilalui.

2. Pilih Jalur Paling Tepat

Tentukan jalur yang ingin dilewati dengan memilih genangan yang paling rendah serta bebas dari hambatan seperti polisi tidur, jalan rusak, atau lainnya. Ini bisa dilihat dari pergerakan mobil lain di lokasi banjir.

“Jangan terlalu ke tepi karena ada risiko turun ke bahu jalan yang rendah atau bahkan masuk ke dalam lubang parit. Tapi juga hati-hati jangan terlalu ke tengah karena bisa terantuk pembatas jalan atau masuk ke jalur mobil dari arah berlawanan,” jelasnya.

Untuk jalan yang terdiri dari beberapa jalur, paling aman adalah ambil jalur tengah atau paling kanan karena relatif lebih tinggi ketimbang jalur lainnya. Untuk mudahnya, perhatikan mobil lain di depan yang sudah melewati. Namun dengan catatan, sebaiknya tidak memaksakan untuk melewati jalan banjir jika ketinggiannya sudah sama dengan atau bahkan lebih dari tinggi ban mobil karena potensi mesin kemasukan air sangat besar.

BACA :  Puluhan Kreatifitas Siswa Dipertontonkan di Smantiara Expo 2017

3. Jaga Jarak Aman

Kecepatan konstan sangat penting untuk memastikan tidak ada air masuk ke dalam ruang mesin. Oleh sebab itu, jaga jarak aman dengan mobil di depan. Jalankan mobil setelah cukup yakin mobil di depan tak akan menghalangi laju sebagai langkah antisipasi bila mobil di depan mogok dan masih bisa melakukan manuver menghindar.

4. Hindari Arus Air Banjir

Beberapa banjir disebabkan oleh sungai besar yang meluap. Biasanya banjir seperti ini disertai dengan arus air yang mengalir deras memotong jalur lintasan jalan. Jangan pernah sepelekan arus air yang deras karena bisa menyeret mobil. Kalau sampai terjadi, nyawa taruhannya. Urungkan niat menerjang banjir kalau situasi seperti ini.

Petugas Auto 2000 memberikan pelayanan kepada Auto Family. (Dok. Auto 2000)

5. Jaga Putaran Mesin

Jangan menerjang banjir dengan putaran mesin tinggi dengan alasan supaya mesin tak mudah mati atau untuk melawan air yang masuk lewat knalpot. Hal ini justru memperbesar daya isap udara ke mesin dan air bisa ikut masuk yang berujung pada water hammer. Cukup jalankan mobil dengan putaran rendah di kisaran 1.500-2.000 rpm dan jaga putaran mesin agar tetap konstan dan mobil tidak melaju terlalu cepat agar tidak sulit dikendalikan.

BACA :  Ternyata Operasi Yustisi di Jombang Cilegon Terkait Seorang Warga yang Disinyalir Masuk Jaringan ISIS

Sebisa mungkin lepaskan injakan pedal kopling dan biarkan mesin melajukan mobil secara konstan. Tahan posisi transmisi di gigi 1 dan jaga agar laju mobil tidak tersendat sehingga kehilangan momentum. Untuk mobil transmisi otomatis, cukup masukkan gigi transmisi ke-1 atau L (Low). Jangan mempercepat atau menghentikan laju mobil secara tiba-tiba yang akan mengakibatkan air masuk ke dalam mesin.

6. Keringkan Rem dan Kopling

Setelah melewati banjir, piringan rem akan basah dan daya pengereman berkurang drastis. Hindari langsung menambah kecepatan usai melewati genangan air. Keringkan rem dengan cara menginjak pedal rem sedikit diiringi pedal gas bersamaan. Lakukan ini sekitar 10 detik, lantas cek daya pengereman dengan mengerem secara normal. Bila belum, injak pedal bersamaan lagi. Ulangi terus langkah ini sampai pengereman kembali normal. Lakukan proses serupa pada pedal kopling transmisi manual. Amati pula kondisi mobil, apakah ada suara aneh dan tidak biasa? Perhatikan pula panel instrumen jika ada indikator kerusakan menyala. Bila ragu, sempatkan sejenak untuk menepi dan memeriksa lebih cermat.

Nah, selamat mengikuti tips yang dibagikan Auto 2000 ya! Tetap waspada dan siapkan berbagai langkah antisipatif selama musim hujan ini.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler