Connect with us

Berita Terbaru

Cara Keluarga Siswi SD Gunung Sari Korek Pengakuan Korban Guru Cabul

Published

on

ILUSTRASI KORBAN PENCABULAN

Ilustrasi siswi SD di Gunung Sari, Kabupaten Serang, jadi korban guru cabul. (Foto: liputan6.com)

Serang– Beberapa hari belakangan heboh oknum guru Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Serang berinisial A (50) diduga telah mencabuli 11 muridnya yang masih di bawah umur.

HS, salah satu keluarga korban menuturkan, kasus tersebut terungkap bermula saat keponakan perempuannya yang masih duduk di kelas 1 Sekolah Dasar merasakan sakit di kemaluannya. 

HS sempat menanyakan hal tersebut kepada korban, namun korban tidak mau mengaku. Tidak keabisan akal, HS coba membujuk korban akan dibelikan baju baru jika mau jujur mengapa area kemaluannya sakit.

“Awalnya sakit di kemaluannya, saat ditanya diam saja. Setelah dibujuk, baru kita tahu kalau korban telah dicabuli gurunya,” jelas HS, Sabtu  29 Febuari 2020.

BACA :  Arus Lalu Lintas Menuju Bandara Soetta Dialihkan

Pelaku yang merupakan guru kelas 1 dan 2 di sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Serang, melakukan aksi bejatnya saat jam pelajaran sekolah berlangsung. 

“Tersangka mengajak korban ke gudang sekolah dengan waktu yang berbeda, sampai di lokasi langsung mencabuli saat jam pelajaran. Tidak sekaligus, tapi beda hari pastinya,” terangnya. 

Mengetahui hal tersebut, tutur Hasan, pihak keluarga pun mencari tahu kepada para orang tua siswi lainnya jika ada korban lain. 

“Ternyata ada dua anak yang mendapat perlakuan serupa. Setelah itu kami bersama korban lain melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Barulah semua anak yang jadi korban bercerita ke orang tuanya. Totalnya sudah ada 11 orang,” paparnya. 

BACA :  Pendaftaran CPNS Polri Dibuka, Polres Metro Tangerang: Jangan Percaya Calo

Atas kejadian tersebut, HS pun meminta agar pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatan yang telah merusak masa depan anak-anak.

“Saya minta supaya pelaku dihukum seberat mungkin sesuai aturan yang berlaku,” tukasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh