Connect with us

Berita Utama

Dampak Tsunami Belum Reda Kini Dihajar Isu Virus Corona, Angka Hunian Hotel di Pandeglang Makin Merana

Published

on

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Kabupaten Pandeglang Widiasmanto

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Kabupaten Pandeglang Widiasmanto mengungkapkan, kerugian hotel terdampak tsunami di Pandeglang capai Rp 200 M. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Satu tahun pasca tsunami, tingkat hunian hotel atau Okupansi di Kabupaten Pandeglang, masih tergolong sepi. Data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pandeglang satu tahun ini, tingkat hunian hotel hanya diangka 10-20 persen.

Ketua PHRI Pandeglang, Widiasmanto mengtakan, pemulihan pasca tsunami tahun lalu belum pulih, ditambah dihantam lagi dengan isu virus corona. Akibatnya, tingkat hunian mengalami penurunan yang sangat drastis.

“Kami pastikan dengan adanya virus corona akan lebih berdampak ke industri pariwisata. Saat ini saja sudah lebih dari satu tahun tingkat hunian secara city occupancy masih di bawah 20 sampai 10 persen. Sebelum tsunami itu tingkat hunianen capai 35 persen sampai 50 persen occupancy,”kata Widiasmanto, Selasa, 3 Maret 2020.

BACA :  Dua Pekerja Luka Berat Setelah Terjatuh dari Atap Gedung PT Krakatau Osaka Steel

Menurut Widi, unuk memulihkan industri Pariwisata di Pandeglang perlu sinergi antara Pemerintah Daerah dengan pelaku Industri Pariwisata. Selain itu juga, pemerintah daerah melalui stakeholder nya harus lebih banyak promosi di market yang lebih besar, seperti Jabodetabek.

“Jadi focus promosinya ke Jakarta dan sekitarnya. Misal dengan open booth di free car day di Jalan Thamrin-Sudirman Jakarta. Tetapi bukan hanya jual destinasi di open booth tersebut, bisa display dan direct selling dan tampilkan seni budaya Pandeglang di masayarkat Jakarta,” jelasnya.

Pria yang menjabat sebagai GM Tanjung Lesung itu menerangkan, ada banyak cara untuk melalakukan promosi industri Pariwisata. Salah satunya, bekerjasama dengan Perusahaan Otobus (PO) yang ada di Pandeglang agar melakukan branding tempat pariwisata.

BACA :  Lahan yang Dikuasai PT Bhandawibawa Asih di Cisauk Dijaga Oknum Brimob Bersenjata

“Promosi bisa dengan branding di bus seperti bus Murni dan Asli. Pasang stiker objek-objek wisata dan aktivitas wisata watersport, biaya saling dibantu,” ujarnya.

Widi jug meminta, agar Pemerintah Kabupaten Pandeglang dapat menggerakan seluruh Organisasi Prangkat Daerah (OPD) agar sering melakukan kegiatan Rapat dan Bimbingan Teknis di pesisir pantai. Hal itu, diyakini Widi dapat menarik minat para pengunjung untuk datang ke Kabupaten Pandeglang.

“Kegiatan ini selain membantu industri tetap jalan juga menunjukan bila destinasi masih survive. Selain Pemda melakukan kegiatan di daerah sendiri bisa minta juga ke pemerintah pusat supaya mau ke Pandeglang,” tandasnya

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang, Asmani Raneyanti mengklaim bahwa virus corona tidak berdamapak besar terhadap lesunya industri pariwisata di Pandeglang, melainkan lesunya kunjungan wisatawan nusantara (wisnus).

BACA :  Pemkab Lebak Akan Cabut Izin Lingkungan Tambang Pasir

“Belum ada pengaruh (virus corona). Cuma yang nusantara ini yang masih berdampak. Tapi dalam dua bulan terakhir mulai naik terutama kunjungan ke Tanjung Lesung, Ujung Kulon, dan Carita,” klaimnya.

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler