Connect with us

Advertorial

Resmi Dilaunching, e-Absen Permudah Orang Tua Murid di Kota Tangerang Monitor Kehadiran Anak di Sekolah

Published

on

Wali Kota Tangerang beserta jajaran saat melaunching aplikasi e-Absen. (Istimewa)

Tangerang- Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah melaunching Aplikasi e-Absen, di SMP Negeri 32, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Selasa, 10 Maret 2020.

Aplikasi yang dicetuskan Dinas Pendidikan Kota Tangerang ini akan diterapkan di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama atau SMP.

Dalam sambutannya, Arief menerangkan e-Absen menjadi salah satu cara pemerintah kota Tangerang untuk mempermudah para orang tua murid memantau kehadiran anak-anaknya di sekolah.

Saat ini, kata Arief, terdapat 32 aplikasi yang dilaunching dengan harapan dapat meningkatkan pengawasan bagi guru dan orang tua murid dalam proses belajar mengajar.

BACA :  Ada Museum Juang Taruna dan Galeri Islami Al Azhom, Kota Tangerang Makin Layak Dikunjungi

“Dengan aplikasi ini para Guru dan orang tua bisa memonitor absensi putera puterinya melalui aplikasi Tangerang Live. Jadi transparansi pendidikan bisa dimonitor bersama-sama,”terang Arief.

 

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat memberikan sambutan dalam acara launching e-Absen. (Istimewa)

Ia menjelaskan Penggunaan aplikasi e-Absen akan dilakukan secara bertahap mulai dari tahap sosialisasi hingga tahap penggunaan oleh para tenaga pengajar maupun orang tua.

“Nantinya para guru harus terbiasa dan disiplin dalam mengisi absensi dari para murid didiknya di sekolah. Aplikasi ini juga sebgai pengembangan dari aplikasi pendidikan sebelumnya seperti e-Raport. semua data dan informasi pendidikan di Kota Tangerang juga bisa diakses melalui aplikasi Tangerang Live,” jelas Areif.

BACA :  Bawa Logistik 1 Pick Up, Perumdam TKR Bantu Korban Banjir Teluknaga Tangerang

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Masyati mengatakan, pembuatan aplikasi e-Absen dilatar belakangi untuk menfasilitasi orang tua dalam memantau perkembangan pendidikan putera dan puterinya.

Masyati mencatat 90 persen aplikasi tersebut sudah siap digunakan baik di sekolah SD dan SMP Negeri dan Swasta.

“Untuk sekolah SD dan SMP Negeri sudah siapa. Kalu untuk sekolah Swasta tinggal 10 persen lagi,” jelasnya. [Adv]




Photos

  • Videos


  • Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    1 of 3
    Video Redaksi
    2 of 3
    Video Redaksi
    3 of 3
  • Terpopuler