Connect with us

Berita Utama

Beredar Broadcast RS Siloam Rawat Pasien Corona, Dinkes Kabupaten Tangerang Akui Lima Pasien Diawasi dan 25 Lainnya Dipantau

Published

on

Adegan dalam video viral saat petugas RSUD Drajat Prawiranegara evakuasi pasien penyakit paru-paru yang disangka terjangkit virus corona. RSDP memastikan pasien tersebut bukan pasien yang terjangkit virus Corona.(Tangkap layar WhatsApp)

Tangerang – Pesan berantai melalui aplikasi berbagi pesan WhatsApp beredar sejak Rabu pagi, 11 Maret 2020. Broadcast tersebut menyebutkan Rumah Sakit Siloam Lippo Karawaci merawat pasien diduga terjangkit Virus Corona.

“SPH besok hari terakhir sekolah. Mereka merumahkan semua murid. Belajar secara online. UPH hari ini sudah membatalkan ibadah dosen. Siloam sudah punya kasus positif Corona. Jadi sudah tiba di Tangerang. Tolong kurangi banget pertemuan tak penting kecuali kita semua mau terkena penyakit Corona ini,” demikian bunyi broadcast yang beredar.

BantenHits.com mencoba menelusuri kebenaran broadcast tersebut dengan menghubungi sejumlah pihak terkait. Pihak pertama yang dihubungi adalah Universitas Pelita Harapan (UPH) yang turut disebutkan dalam broadcast yang beredar.

BACA :  Wakapolda Metro Jaya Tinjau Pembangunan Polres Tangsel

Menjawab pertanyaan BantenHits.com yang diajukan lewat email, Rabu siang, 11 Maret 2020, Media Relations UPH Meishiana Tirtana berjanji akan mengirimkan pernyataan resmi lewat rilis.

“Untuk UPH kami akan kirimkan Pernyataan Resmi dari pihak UPH selanjutnya. Mohon untuk dapat menunggu,” demikian Meishiana mengatakan.

Meishiana juga menyarankan agar BantenHits.com menghubungi langsung pihak Sekolah Pelita Harapan humasnya, Izzaura Abidin.

Melalui wawancara by phone, Izzaura membenarkan SPH meliburkan siswanya terhitung 12 Maret hingga 6 April 2020.

“Jadi sebenarnya bukan meliburkan. Dan ini tidak ada hubungan dengan (pasien) di (Rumah Sakit) Siloam. Ini langkah yang kita ambil untuk pencegahan saja, karena kan komunitas kita international school, jadi kita sadar ada dari berbagai negara. Ini lebih ke arah pencegahan saja,” jelas Izzaura melalui sambungan telepon, Rabu, 11 Maret 2020.

Sementara Humas RS Siloam Lippo Karawaci Jimmy tak merespons upaya konfirmasi BantenHits.com. Panggilan telepon BantenHits.com pada Rabu, 11 Maret 2020 pukul 13.16 WIB tak dijawab. Begitu juga pesan singkat yang dilayangkan pukul 14.36 WIB tak dibalas.

BACA :  Bahu Jalan Menuju Wisata Baduy Longsor

Lima Pasien Diawasi

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra yang dihubungi BantenHits.com lewat telepon selulernya, Rabu, 11 Maret 2020, mengaku sudah mendapatkan informasi terkait beredarnya broadcast yang menyebutkan RS Siloam merawat pasien diduga terjangkit virus Corona.

Hendra menyatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang hingga Rabu siang belum mendapat kepastian Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI soal pasien dimaksud.

“Enggak (benar). Kita belum dapat informasi (positif atau tidak). Kalau positif, Balitbangkes (Kementerian Kesehatan RI) sudah kasih informasi duluan ke Dinkes Provinsi Banten sama kita Dinkes Kabupaten Tangerang. Jadi belum benar berita itu. Belum ada (pasien positif Corona di Tangerang,” jelas Hendra.

“Belum bisa dipastikan (kebenaran broadcast) karena kita belum dapat jawaban dari Balitbangkes. Kan yang memeriksa Balitbangkes,” sambungnya.

BACA :  Takut, Penghuni Kontrakan di Lokasi Mutilasi Wanita Hamil di Cikupa Memilih Pindah

Meski membantah ada pasien yang positif Corona, namun Hendra tidak membantah atau membenarkan soal pasien diduga terjangkit virus Corona dirawat di RS Siloam.

Saat ditanya apakah Dinkes Kabupaten Tangerang sudah mendatangi RS Siloam, Hendra menjawab dinkes hanya cukup menunggu hasil dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI.

“Kalau ke Siloam gak ada masalah. Kita gak ke Siloam. Kan yang penting hasilnya. Hasilnya positif atau tidak dari Balitbangkes. Kalau hasilnya positif pasti akan memberitahukan Dinkes Provinsi Banten sama kita,” ungkap Hendra.

Sejauh ini, lanjutnya, Dinkes Kabupaten Tangerang telah menetapkan lima pasien di Kabupaten Tangerang masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Kita total ada lima. Bukan dari Siloam saja. Ada beberapa rumah sakit lain (di Kabupaten Tangerang) diperiksa di Balitbangkes,” bebernya.

“Hasilnya sudah ada sebagian yang keluar. Empat orang negatif. Satu belum ada hasilnya,” lanjutnya.

Hendra menambahkan, selain lima pasien dalam pengawasan, Dinkes Kabupaten Tangerang juga menetapkan 25 orang lainnya masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP). Mereka memiliki riwayat interaksi dengan negara terjangkit.

Editor: Darussalam Jagad Syhadana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler