Connect with us

Berita Terbaru

Aksi Penolakan Omnibus Law Mahasiswa Banten Diwarnai Cekcok dengan Warga

Published

on

Aksi unjuk rasa mahasiswa Banten menolak Omnibus Law di Lampu Merah Ciceri, Kota Serang. (BantenHits.com/Mahyadi)

Serang- Ratusan mahasiswa di Kota Serang menggelar aksi unjuk rasa di lampu merah Ciceri, Kota Serang, Kamis, 12 Maret 2020. Mereka sepakat turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan terhadap rancangan Omnibus Law.

Aksi yang berlangsung selama 1 jam ini diwarnai cekcok mulut antara mahasiswa dengan masyarakat pengguna jalan. Bukan tanpa sebab, unjuk rasa yang juga dibumbui dengan aksi bakar-bakar ini membuat arus lalu lintas tersendat.

Antrian kendaraan tampak mengular panjang sehingga sejumlah pengendara terjebak dalam kemacetan. Hal itupun memicu Protes keras satu pengendara mobil.

“Gua (Saya-red) juga mahasiswa bro, kita juga lagi aktifitas bro, tapi jangan ganggu aktifitas masyarakat seperti ini,” ujar salah satu bapak-bapak penguna jalan berbaju batik coklat merah yang enggan menyebutkan namanya kepada awak media di lokasi.

BACA :  Dibobol Lagi, Ini Barang-barang yang Digasak Pencuri Saat Beraksi di Kantor Kelurahan Bendungan

Meski sempat bersitegang, namun cekcok antara masyarakat dengan mahasiswa dapat dilerai setelah mahasiswa lainnya coba untuk menenangkan.

“Ini kasih jalan lewat,” ujar penguna jalan sambil meminta kepada mahasiswa.

“Bagi saya mending (lebih baik) jalan kota Serang macet selama satu jam dari pada 74 tahun merdeka kita sia-sia,”timpal mahasiswa.

Rupanya, aksi bapak-bapak yang memprotes keras pemblokiran jalan oleh mahasiswa ini mendapat dukungan dari pengendara lainnya.

Riski Julfian pengendara roda dua yang juga terkena macet mengungkapkan kekesalannya kepada mahasiswa meminta akses jalan untuk lewat.

“Saya juga sudah terjebak 30 menit, saya ada urusan di merak tadi saya dari Pakupatan, karna lewat jalan pintas tidak bisa,” katanya kepada awak media di lokasi.

BACA :  Rastra di Pandeglang Susut, Bulog: Kita Ganti

“Kita sama sama-sama masyarakat hargai kota juga lah beri jalan buat muter, ini waktu jam makan siang ini,” sorak pengendara lainya yang juga memprotes aksi pemblokiran mahasiswa.

Dalam aksi ini mahasiswa membentangkan spanduk penolakan Omnibus Law. Aksi berlangsung lancar meski ada beberapa gesekan antara mahasiswa dan masyarakat pengguna jalan.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler