Connect with us

Berita Utama

Balapan Bus ALS vs Bus Kramat Djati Penyebab Tewasnya Lima Orang saat Kecelakaan di Tol Tangerang-Merak

Published

on

Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Wibowo (kiri) saat menyampaikan hasil penyelidikan kecelakaan maut di Tol Tangerang-Merak, KM 94 yang menewaskan lima orang. Kecelakaan dipicu balapan antara Bus ALS dan Kramat Djati. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Serang – Lima orang tewas dalam kecelakaan di Tol Tangerang-Merak, KM 94, tepatnya di Kelurahan Kota Bumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Selasa dini hari, 17 Maret 2020.

Kecelakaan terjadi setelah bus ALS trayek Sumatera Utara-Jakarta yang tengah menuju Jakarta menghantam truk kontainer.

Lima orang tewas dalam kecelakaan maut tersebut, terdiri dari empat penumpang dan seorang kernet bus. Salah satu korban diduga merupakan balita.

Kekinian, hasil penyelidikan Direktorat Lalu Lintas Polda Banten mengungkap fakta baru. Sebelum menghantam kontainer, bus ALS terlibat balapan dengan Bus Kramat Djati.

BACA :  Cara Praktis Wabup Pandeglang Sidak Proyek Infrastruktur Jalan

Saat dua bus ini terlibat aksi saling kejar, bagian belakang kanan dan depan bus ALS bersenggolan dengan bus Kramat Djati yang melaju di sebelah kanan. Akibat senggolan ini, ALS terpental ke kiri dan menghantam truk kontainer.

Fakta-fakta tersebut diungkap Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Wibowo kepada wartawan di Polda Banten, Jumat, 20 Maret 2020.

Menurut Wibowo, saat kejadian, Bus Kramat Djati tidak berhenti apalagi menolong para korban dan juga tidak melaporkan kejadian tersebut kepada petugas berwenang.

“Pada saat kejadian (Bus Kramat Djati) tidak berhenti apalagi menolong dan tidak melaporkan, jadi kita kenakan Pasal 312 UU Lalu Lintas, No 22 Tahun 2019 dengan ancaman penjara tiga tahun atau denda maksimal Rp 75 juta,” tegasnya.

Kecelakaan maut tersebut, selain menewaskan lima orang, juga membuat empat lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di RSKM Cilegon. Berikut data korban:

BACA :  Kepergok 'Masuk-masuk' ke Pondok Pesantren di Lebak, Ternyata Ini yang Dilakukan AKBP Ade Mulyana

Korban meninggal dunia:

1. Sawiyah, Warga Pintu Padang Jae, Kelurahan Pintu Padang Jae, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

2. Muhamad Ridwan (kernet) Warga, Kampung Tamiyang Kelurahan Tamiyang Kota Nopan, Mandailing Natal Sumatera Utara.

3. Anwar Sahuri alias Theo (kernet) Warga Kampung Muara Tagor, Kecamatan Kota Nofan, Mandailing Natal Sumatera Utara.

4. Salsa (anak) dari Wijianti, warga Jalan Taduan 37, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.

5. Widodo, suami Wijianti, warga Jalan Taduan 37,Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.

Sementara Korban Luka-luka :

1. Anni Ritonga, (51), warga Dusun Huta Ginjang, Angkola Timur, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

2. Rohimah, (22), warga Pintu Padang Jae, Kelurahan Pintu Padang Jae, Kecamatan Siabu Mandailing Natal Sumatera Utara.

BACA :  CCTV Rekam Aksi Curanmor di Rumah Makan Cikande

3. Maison Purba, (41) warga Kampung Sasak Tiga, Kelurahan Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

4. Wijianti, (40), warga Jalan Taduan 37, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.

Zulian Irvandi, seorang warga menuturkan kesaksiannya. Dia mengaku melihat langsung pemandangan mengerikan di lokasi kejadian sesaat setelah bus ALS menghantam truk kontainer.

Menurut Zulian, saat itu tubuh korban yang terlempar dari bus bergelimpangan di jalan dengan kondisi memilukan. Ada yang wajahnya pecah, ada yang badannya tinggal sebelah.

Pemandangan pilu lainnya, lanjutnya, ada seseorang memegang tangan pasangannya yang sudah terbujur kaku sambil tak henti-hentinya menangis.

“Demi Allah gw saksiin ini semalam. Ibu pembawa anak hilang separo mukanya. Anaknya tepat ada di sampingnya. Meninggal juga. Kenek badan remuk. Ada yang gak jelas badannya. Ada yang meninggal dipegang pasangannya. Tidak bisa bicara cuma menangis,” kata Zulian Irvandi dalam kolom komentar di Channel YouTube BantenHits.com.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler