Connect with us

Berita Utama

Diproduksi PT Dover Chemical selama Delapan Hari, 500 Ribu Liter Hand Sanitizer Akan Disebar TNI

Published

on

Hand sanitizer hasil produksi PT Dover Chemical. Pabrik lem kayu ini memproduksi 500 liter hand sanitizer untuk misi kemanusiaan TNI. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Membantu pemerintah dalam melakukan upaya pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) di seluruh wilayah di Indonesia, PT Dover Chemical, sebuah perusahaan penghasil lem kayu yang terletak di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon saat ini telah memproduksi sebanyak 500 ribu liter hand sanitizer.

HR & GA PT Dover Chemical Dade Suparna mengatakan, sebelum memproduksi hand sanitizer dalam jumlah banyak, pihaknya mengaku awalnya hanya memproduksi hand sanitizer untuk keperluan karyawan perusahaannya saja.
Namun seiring berjalannya waktu, produk tersebut tersebar luas hingga sampai kepada pemerintah pusat.

BACA :  Tumpukan Sampah di Warung Jaud Dikeluhkan

“Awalnya kita bikin hand sanitizer untuk karyawan sendiri karena mengeluh cari hand sanitizer susah. Kalau pun ada mahal. Makanya kita bikin untuk karyawan sendiri dan kantor karena ada beberapa tempat kantornya. Pas, kita kirim ke grup kita semua ternyata mungkin ada informasi dan bos kita juga deket sama Mabes TNI, kita bikinin kita sanggupin untuk CSR Bintang Delapan Group melalui PT Dover,” ujar Dade, Selasa, 24 Maret 2020.

Dade mengatakan, 500 ribu liter hand sanitizer diproduksi oleh perusahaan selama 8 hari, dan hasilnya segera dikirimkan ke Mabes TNI dan akan disalurkan ke rumah sakit dan masyarakat yang membutuhkan.

“Kita minta dibuatkan 500 ribu liter. Kalau jerigen 2.500 ukuran 20 liter. Itu semua dikirim ke Mabes TNI karena koordinatornya kan TNI, kemaren satu truk udah kita kirim. Sisanya mobil TNI yang akan ke sini,” bebernya.

BACA :  Pembekalan Empat Pilar Kebangsaan bagi Guru

Dade kembali mengatakan selain disalurkan ke pemerintah pusat, hand sanitizer hasil produksi pabrik lem kayu tersebut juga dikirim ke pemerintah daerah dan lingkungan sekitar. Dade menegaskan bahwa produknya itu tidak diperjual belikan.

“Komersil nggak. Cuma kalau ada misalnya RS atau institusi yang memerlukan bisa juga mengajukan. Kita udah diskusi, kita mau bantu cuma tidak mau dikomersialkan. Takut disalah gunakan takut dijual,” imbuhnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 




Photos

  • Videos


  • Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    Video Redaksi
    1 of 3
    Video Redaksi
    2 of 3
    Video Redaksi
    3 of 3
  • Terpopuler