Connect with us

Berita Terbaru

Jangan Kaget! Penumpang yang Naik Pesawat Lion Air Kini Tak Bisa Lagi Berdekatan Mulai dari Ruang Tunggu sampai di Dalam Pesawat

Published

on

Penampakan penumpang di dalam pesawat Lion Air setelah diberlakukan pengaturan jarak antar-penumpang sebagai implementasi social distancing untuk cegah penyebaran Corona. (Foto: Dok. Lion Air)

Tangerang – Jika Anda pengguna pesawat Lion Air Group, seperti Wing Air (kode penerbangan IW) dan Batik Air (kode penerbangan ID), mulai Selasa, 24 Maret 2020, Anda mungkin akan mengalami hal yang berbeda.

Sebagai langkah preventif dan antisipasi pencegahan penyebaran dampak wabah corona virus (Covid-19), Lion Air Group mengimplementasikan pengaturan jarak aman antar tamu atau penumpang (physical distancing) dalam operasional penerbangan.

“Ini kesungguhan dan upaya dalam mengutamakan faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan (safety first),” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro melalui keterangan tertulis kepada BantenHits.com.

Menurut Danang, sistem pengaturan jarak untuk seluruh penumpang diimplementasikan dengan pengaturan nomor kursi saat melakukan pelaporan (check-in), baik penumpang yang melaksanakan check-in di meja pelaporan (check-in counter), web check in, maupun fasilitas pelaporan mandiri (self-check-in) yang tersedia di bandar udara.

BACA :  Banyak Warga Lapor Terganggu Suara  Bising, Satlantas Polres Pandeglang Razia Motor Berknalpot Racing

“Dengan pengaturan nomor kursi saat check-in, maka terdapat jarak antar penumpang saat duduk di dalam pesawat,” jelasnya.

Awak kabin (flight attendant) dan petugas layanan darat (ground handling), lanjutnya, akan membantu teknis pengaturan jarak antar penumpang ketika berada di kabin pesawat jika terdapat penumpang yang duduk berdekatan.

“Untuk alasan keselamatan dan keseimbangan (weight balance) pesawat saat lepas landas dan mendarat, penumpang dapat dipindahkan sesuai instruksi petugas darat atau awak kabin,” bebernya.

Selain itu, pengaturan jarak antar penumpang juga berlaku ketika berada di ruang tunggu (waiting room) dan pada saat proses masuk ke dalam kabin pesawat (boarding), baik yang menggunakan tangga belalai (garbarata) dan tangga biasa.

“Pengaturan ini juga berlaku bagi penumpang yang berada di dalam bus (neoplane) saat menuju ke pesawat dan turun dari pesawat,” jelasnya.

Danang menambahkan, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam sistem pengaturan tempat duduk bagi penumpang di dalam kabin, antara lain:

1. Kursi yang berada di baris (row) pintu dan jendela darurat (emergency exit door and window) harus terisi, dengan kriteria dewasa (minimal 18 tahun).

Diutamakan untuk penumpang yang tidak bepergian bersama keluarga, memenuhi ketentuan fisik (kondisi sehat jasmani dan rohani), orang berprofesi militer atau polisi, awak pesawat yang tidak bertugas (crew member) dan memahami instruksi dari awak kabin dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

2. Untuk penumpang yang membutuhkan penanganan khusus (special handling) tetap harus mengikuti arahan dan instruksi awak kabin.

3. Barang bawaan penumpang harus diletakkan ditempat penyimpanan bagasi di atas atau di bagian bawah depan kursi penumpang (agar tidak menghalangi pergerakan dalam keadaan darurat).

BACA :  Ranger Banten Sabet Juara di Event NSOFT Festival

Sebagai tindakan pencegahan lainnya, Lion Air Group juga ungkap Danang, melaksanakan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray) sesuai prosedur yang berlaku, penggunaan sarung tangan (hand gloves), pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker dan cairan/ gel pembersih tangan (hand sanitizer). 

“Hal-hal tersebut merupakan tindakan preventif dengan tetap mengutamakan perlindungan bagi awak pesawat dan petugas layanan darat,” ujarnya.

 “Lion Air Group menegaskan, pelaksanaan prosedur sterilisasi pesawat udara dilakukan guna memastikan keselamatan penerbangan sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan,” sambungnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh