Connect with us

Berita Terbaru

Pulang dari Jakarta Ngeluh Panas dan Batuk, Warga Wanasalam Ditetapkan ODP

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Masker di Kabupaten Pandeglang mulai langka. (Net)

Lebak- Salah seorang warga di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19. Pasalnya, pria yang berprofesi sebagai buruh itu mengeluhkan gejala sakit panas, batuk dan diare.

Terlebih, Keluhan yang dialaminya itu muncul sejak dirinya pulang dari Jakarta pada 22 Maret 2020 lalu.

Pemerintah Kabupaten Lebak, melalui Puskesmas Parungsari mengambil langkah cepat dengan melakukan pengecekan kondisi pria yang terkulai lemas di rumahnya. Dalam pemeriksaannya, tim medis menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

Kepala Puskesmas Parungsari Halimatus Sadiah membenarkan, tim medis puskesmas bersama musyawarah unsur kecamatan (Muspika) Wanasalam jemput bola memeriksa warga yang sakit. Dia merupakan orang dalam pemantauan (ODP) karena baru lima hari pulang dari Jakarta dan menderita sakit setelah jalan-jalan ke Bagedur.

BACA :  TPT Balai Karantina Pertanian Cilegon Jebol, 2 Motor Pegawai Rusak

Halimatus mengungkapkan, pada Senin, 23 Maret 2020 malam pria tersebut sempat memeriksakan kondisi kesehatannya ke RSUD Malingping dan langsung pulang. 

“Kondisinya tidak membaik setelah pulang dari rumah sakit. Karena itu, kita datangi ke rumahnya sesuai protokol kesehatan, yakni dengan menggunakan APD,” kata Sadiah kepada awak media, Kamis, 26 Maret 2020.

Hasil pemeriksaan, ada beberapa gejala seperti panas, diare, dan sedikit sesak nafas. Tapi belum mengarah ke Covid-19, karena itu Halimatus mengaku akan terus memantau kondisi pasien dan jika dalam tiga hari memburuk maka akan dirujuk ke RSUD Banten.

“Sekarang yang terpenting kita membutuhkan APD bagi tim medis, karena stoknya di puskesmas terbatas,” jelasnya.

BACA :  Ngeri!  Tubuh Kepala Desa di Lebak Ini Tiba-tiba Terpental hingga Tewas saat Tengah Perbaiki Pompa

Wakil Ketua Fraksi PPP Musa Weliansyah mengapresiasi, upaya jemput bola yang dilakukan Puskesmas Parungsari. Walaupun mereka memiliki keterbatasan APD yang minim.

“Pemkab Lebak sudah kita dorong mengalokasikan anggaran untuk penanganan Covid-19 Rp5 miliar. Anggaran tersebut diharapkan dikelola secara transparan dan dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan APD tim medis di puskesmas-puskesmas,” jelasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler