Connect with us

Berita Utama

Karantina Wilayah Tangerang Raya Sekarang Juga!

Published

on

Proses pembersihan dan penggantian saringan udara pesawat Lion Air untuk mencegah meluasnya virus corona. (FOTO: Dok. Lion Air)

Tangerang – Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Mulyanto meminta wilayah Tangerang Raya yang terdiri Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) segera memberlakukan karantina wilayah atau local lockdown.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Banten 3 yang meliputi wilayah Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan ini menilai, pemberlakuan local lockdown mendesak dilakukan di tiga wilayah ini.

Mulyanto merujuk data 26 Maret 2020 yang dipublikasikan situs covid19.kemenkes.go.id, dimana Pemerintah menyebut Tangerang Selatan sudah menjadi wilayah “transmisi lokal” bagi penyebaran virus corona, menyusul Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang yang sudah ditetapkan terlebih dahulu.

BACA :  2.000 Personel Dikerahkan Jaga Aksi Buruh di Kantor Gubernur Besok

Menurut Mulyanto, suatu wilayah berstatus “transmisi lokal”, apabila terjadi penyebaran virus dari orang ke orang dalam lokalitas yang sama dan bukan tertular saat berada di daerah lain.

Penduduk yang tinggal dalam daerah berstatus “transmisi lokal” sangat berpotensi menjadi orang dalam pengawasan (ODP). Sehingga penanganan persebaran virus dalam daerah ini akan menjadi lebih sulit.

Itu sebabnya orang dari daerah lain tidak boleh masuk ke daerah ini. Begitu juga sebaliknya, warga dari daerah “transmisi lokal” tidak boleh ke luar daerah, agar tidak menularkan warga di daerah lain.

“Hal ini merupakan amanah UU No. 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Tindakan mengkarantina suatu wilayah merupakan bukti nyata keseriusan Pemerintah menanggulangi persebaran wabah Covid-19 ini,” kata Mulyanto melalui keterangan tertulis kepada BantenHits.com, Senin, 30 Maret 2020.

BACA :  80 Mahasiswa Berprestasi di Pandeglang Dapat Bantuan Baznas

“Tempat keramaian bukan sekedar dibatasi atau dihimbau untuk tidak beroperasi tetapi harus ditutup untuk sementara waktu, sampai wabah ini mereda,” sambungnya.

Mulyanto minta pemerintah segera menghitung dengan cermat efek ekonomi dari tindakan karantina wilayah ini, terutama bagi pekerja tidak tetap dan UMKM serta merancang dukungan afirmatifnya.

Karena sesuai dengan UU Kekarantinaan Kesehatan tersebut, pemerintah berkewajiban memberikan dukungan logistik dan jaminan hidup bagi masyarakat yang mengalami tindakan karantina. Ini adalah kewajiban pemerintah untuk melindungi warganya.

Banten, dalam hal ini Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang adalah daerah yang berbatasan dengan DKI Jakarta yang merupakan episentrum persebaran virus corona.

“Jadi perlu mendapat perhatian yang khusus juga,” jelas Mulyanto.

BACA :  Kunjungi SMKN 2 Rangkasbitung, Dindikbud Banten Periksa Kesiapan Pelaksanaan UNBK

Seluruh Kasus Positif dan Kematian dari Tangerang

Pantauan BantenHits.com di laman infocorona.bantenpemprov.go.id, Senin pagi, 30 Maret 2020, wilayah Tangerang menjadi wilayah dengan angka kematian dan pasien dalam pemantauan (PDP) tertinggi di Provinsi Banten.

Total PDP di Banten berjumlah 317 orang, dengan rincian 10 dinyatakan meninggal, 289 masih dirawat, 18 lainnya dinyatakan sembuh.

Dari angka tersebut, 284 orang atau hampir 90 persen berasal dari wilayah Tangerang, yakni Kabupaten Tangerang 71 orang, Kota Tangerang 97 orang, dan Kota Tangsel 116 orang.

Sementara kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Banten mencapai 77 kasus, seluruhnya berasal dari wilayah Tangerang, yakni Kabupaten Tangerang 18 orang, Kota Tangerang 24 orang, dan Kota Tangsel 35 orang.

Selain itu, tujuh orang terkonfirmasi positif Corona di Banten yang dinyatakan meninggal dunia seluruhnya berasal dari wilayah Tangerang.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh