Connect with us

Berita Terbaru

Perang Lawan Corona, Mahasiswa dan Alumni FK dan FON UPH Diturunkan Jadi Relawan Medis dan Perawat di Siloam Hospitals

Published

on

Relawan FK dan FoN UPH yang terdiri dari mahasiswa dan alumni yang siap terjun membantu para tenaga medis dan perawat di Rumah Sakit Siloam. (Istimewa)

Tangerang – Penyebaran virus corona telah mengakibatkan meningkatnya jumlah pasien COVID-19 di berbagai rumah sakit.

Kondisi ini mendorong meningkatnya kebutuhan tenaga medis seperti dokter dan perawat.

Sebagai bagian dari pendidikan calon tenaga dokter dan perawat, Fakultas Kedokteran (FK) dan Faculty of Nursing (FON) UPH terpanggil untuk berkontribusi dalam membantu bangsa dan negara Indonesia dalam penanganan situasi darurat nasional COVID-19 dengan menerjunkan mahasiswa dan alumni sebagai relawan membantu para tenaga medis dan perawat.

FK UPH menerjunkan sekitar 50 relawan yang terdiri dari mahasiswa program profesi dan dokter baru. Kegiatan ini dimulai pada 30 Maret 2020, sebagai respon dari para dokter baru FK UPH yang sudah resmi menyandang profesi dokter, pada 26 Maret 2020.

BACA :  Prodi Bahasa Indonesia Untirta Raih Akreditasi A

Para relawan tenaga medis ini disebar di Siloam Hospital Kelapa Dua, Rumah Sakit Umum Siloam (RSUS), Siloam Hospital Mampang, dan Siloam Hospital Lippo Village.

Relawan Covid-19 dari FK dan FON UPH tengah bekerja di Siloam Hospitals. (Istimewa)

Dekan FK UPH Prof. Dr. Dr. dr. Eka J. Wahjoepramono, Sp.BS., Ph.D, mendorong para relawan medis, khususnya para dokter baru, agar dapat segera bekerja ikut berpartisipasi membantu mengatasi Covid-19.

“Dalam segala hal yang bisa dilakukan dan di manapun mereka berada, untuk mewujudkan sumpah nomor satu sebagai dokter yaitu mengabdikan diri untuk kemanusiaan. Ia juga memastikan para relawan untuk bekerja di koridor yang aman,” kata Eka melalui keterangan tertulis kepada BantenHits.com.

Dari FON UPH, sebanyak 38 volunteer merupakan mahasiswa aktif yang sedang menjalani Program Profesi Ners Batch 13.

BACA :  Tenggelam saat Mencari Ikan di Perairan Bojonegara, Jasad Alwani Ditemukan

Ke-38 mahasiswa keperawatan ini ditempatkan di Siloam Hospitals yang khusus untuk menangani pasien COVID-19, yaitu Siloam Hospitals Kelapa Dua sebanyak 18 orang dan Siloam Mampang 9 Residence sebanyak 20 orang.

Kegiatan relawan FON UPH sudah dilaksanakan sejak 23 Maret 2020, dan terus berlangsung selama kurun waktu penanganan tanggap darurat Covid19 di Indonesia.

Kegiatan relawan mencakup membantu tim dokter dan perawat dalam melayani pasien dengan tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan mahasiswa, serta tingkat kompetensi perawatan yang dapat dilakukan oleh mahasiswa Program Profesi Ners dibawah supervisi perawat Siloam.

Di samping itu, mahasiswa relawan ini juga membantu pemenuhan kebutuhan dasar pasien serta pemberian terapi sesuai pesanan medis dibawah supervisi perawat Siloam Hospitals. Berikutnya FON UPH akan memberikan bantuan volunteers dari Program S1-Keperawatan untuk Siloam Hospital Lippo Village dan Rumah Sakit Umum Siloam (RSUS), untuk pelayanan umum dan keperawatan sesuai dengan kompetensi mahasiswa yang telah bersedia menjadi volunteers.

BACA :  Pemkab Lebak Data dan Tertibkan PKL yang Bandel Berjualan¬† di Zona Terlarang

Sebelum diterjunkan, seluruh relawan mendapatkan pembekalan mencakup pengarahan terkait perawatan pasien Covid-19, universal precaution (penggunaan APD), dan sistem operasional rumah sakit, yang diberikan oleh tim management Siloam dan Nursing Division Siloam Hospitals. Para relawan medis juga mendapatkan pembekalan khusus dari Ancillary Medical Affairs (AMA) unit dan Doctors Training Siloam Head Office.

“Saya bersyukur masih banyak hati mahasiswa FK dan FON UPH yang terpanggil untuk melayani Tuhan melalui kegiatan sukarela ini. Bencana adalah tanggung jawab kita bersama, pemerintah dan seluruh masyarakat. Semoga pelayanan mereka menjadi tanda nyata kehadiran dan kasih Tuhan,” kata Dosen dan Koordinator Relawan FoN UPH Marisa.

Marisa berharap, seluruh relawan mendapatkan pengalaman berharga dalam hidup mereka.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler