Connect with us

Berita Utama

Petani di Pandeglang Bingung Sayuran Hasil Panen Tak Bisa Dijual ke Jakarta Gara-gara Corona

Published

on

Petani di Pandeglang saat panen sayuran. Meski bisa dipanen, sayuran di Pandeglang tak bisa dijual karena sejumlah pasar di Jakarta tutup gara-gara Corona. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Sejumlah petani di Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, mengaku kebingungan untuk menjual sayuran hasil panen mereka.

Pasar yang biasanya menampung hasil panen para petani selama ini di Jakarta, terpaksa tutup sementara waktu untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).

“Saya biasanya mengirimkan hasil panen ke Jakarta tiga kali dalam satu minggu. Ini mah saya sudah enggak ngirim-ngirim karena ada penutupan,” kata salah seorang petani, Ade Rudiyanto, Minggu, 5 April 2020.

Ade mengaku belum mengetahui sampai kapan pasar seperti di wilayah Jakarta yang biasa dia kirimi sayur buka kembali.

BACA :  Peminat Sale Khas Cilograng 'Lesu' saat Pandemi Covid-19, Politikus Kawakan Asal Lebak Lakukan Ini

Akibat hasil panen tidak ada yang menampung, dia terpaksa membagikan hasil panennya secara gratis kepada warga.

“Terpaksa saya bagikan, karena hasil panen sulit dijual, di setiap perbatasan diperiksa. Meskipun dipaksakan mengirim di sananya juga jarang ada menampung,” jelasnya.

Ade berharap pemerintah dapat memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi para petani, supaya para petani tidak mengalami kerugian.

“Mudah-mudahan pemerintah memberikan solusi yang saya rasakan. Kalau gini terus bisa-bisa rugi besar saya,” pungkasnya.

Sementara Sekertaris Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pandeglang, Nasir M Daud membenarkan para petani sayur mengalami kesulitan menjual hasil panennya. Bahkan, sayuran dari hasil panen pun terpaksa dibagikan, karena tidak ada yang menampung.

BACA :  Pengumuman Empat Warga Banten Positif Corona Jadi Kontroversi, WH Klaim Sikapnya Bentuk Keterbukaan Informasi

“Nah ini memang kita juga mewanti-wanti, agar pemerintah melihat kondisi, jangan membuat rugi para petani. Ini kan urusan perut, jadi tolong lah enggak boleh ditutup, karena warga Jakarta juga butuh asupan giji sayuran,” katanya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh