Connect with us

Berita Terbaru

Ramai Penutupan Tambang Emas, Gurandil di Lebak Alih Profesi Jadi Penyadap Nira

Published

on

Gula Aren Lebak Selatan. (Istimewa)

Lebak- Sejumlah Gurandil atau Penambang emas ilegal di wilayah Lebak Selatan memutuskan untuk beralih profesi. Menyusul ramainya penutupan Tambang Emas ilegal di Kabupaten Lebak.

Ya, usai banjir bandang menerjang Kabupaten Lebak beberapa waktu lalu, mereka memutuskan untuk menjadi penyadap Nira atau bahan baku untuk membuat gula merah aren.

“Tutupnya tambang emas membuat gurandil banting stir mencari profesi baru. Kebanyakan saat ini menjadi penyadap nira aren,”kata Ajat salah seorang petani aren warga Kampung, Cisiih Letik, Desa Sogong, Kecamatan Panggarangan, Minggu, 5 April 2020.

Menyadap nira aren saat ini tengah digandrungi lantaran belum tersedianya lapangan kerja yang lain. Sementara tuntutan hidup sehari-hari harus terpenuhi.

BACA :  Polres Metro Tangerang Berikan Alat Bantu Sepatu dan Kacamata untuk Dua anak Disabilitas

“Sehingga dari cari emas sekarang mencari nira. Dulu mencari kehidupan melobangin tanah sekarang memanjat pohon aren untuk mengambil niranya,”katanya.

Menurut Ajat, saat ini Nira Aren banyak dibutuhkan petani untuk bahan baku gula merah atau gula aren. Seiring tingginya permintaan pasar.

“Perajin sampai keteteran karena tingginya permintaan gula aren. Saat ini saja pesanan gula aren sebanyak 200 kojor (1000 buah gula merah) belum terpenuhi karena saking banyaknya pemesan,”katanya.

“Syukur alhamdulilah gula aren saat ini sedang naik daun. Selain mendekati waktu mau bulan puasa ditambah gula putih juga mengalami kenaikan karena langka sehingga banyak warga beralih pakai gula aren untuk masak maupun bikin kopi,”tambahnya.

BACA :  Jelang Ramadan, Polisi Perketat Keamanan di Banten Lama

Harga gula merah aren, ungkap Ajat bervariatif. Untuk satu kojor terdiri dari lima buah di pasaran sekitar Rp 50 ribu sampai Rp 55 ribu. Selain jual kojoran ada juga menjual satuan, perbuahnya seharga Rp 45 ribu ditingkat perajin.

“Gula satuan maupun kojoran saat ini banyak dipesan. Karena memang untuk dikonsumsi juga buat oleh-oleh dan juga memberikan lapangan kerja,”katanya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler