Connect with us

Berita Terbaru

Sempat Defisit 133 Ton, Produksi Beras di Lebak Aman untuk Satu Tahun ke Depan

Published

on

Pedagang beras di kota serang

FOTO ILUSTRASI. Salah seorang pedagang beras di Kota Serang tengah menunggu pembeli. Harga beras di Kota Serang naik sejak dua bulan ke belakang. (Banten Hits/ Mahyadi)

Lebak- Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak mengklaim produksi beras di Kabupaten Lebak aman atau bisa mencukupi kebutuhan selama 12,3 bulan ke depan. Meskipun di periode Januari-Februari sempat mengalami defisit 133 Ton.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Iman Nurzaman mengatakan produksi beras saat ini mengalami surplus sebanyak 147.454 ton.

“Kami menjamin produksi beras relatif aman dan cukup, meski data Januari-Februari 2020 terjadi defisit hingga 133 ton,” kata Iman kepada awak media, Jumat, 3 April 2020.

BACA :  Pemprov Banten Matangkan Pembentukan UKPBJ

Menurut Iman, pemerintah daerah menjamin produksi beras relatif aman dan mencukupi untuk kebutuhan konsumsi masyarakat Kabupaten Lebak yang berpenduduk 1,2 juta jiwa tersebar di 28 kecamatan.

Bukan tanpa alasan, Iman menerangkan produksi beras di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak saatbini masih didatangkan dari petani lokal, sehingga tidak menjadikan kekhawatiran dan kepanikan, terlebih adanya wabah virus corona atau Covid-19.

“Belum lagi di beberapa daerah di Kabupaten Lebak mulai panen, sehingga kebutuhan pangan dipastikan melimpah,”terangnya.

Meski jadwal tanam sempat tertunda lantaran kemarau panjang, Iman memprediksi panen besar akan terjadi di bulan April-Mei hingga di atas 21.000 hektare dari angka tanam Januari-Februari 2020.

BACA :  Alfamidi Beroperasi sampai Jam 12 Malam di Pandeglang Disidak Wakil Bupati

“Kami yakin produksi beras tahun 2020 dipastikan kembali surplus,” katanya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler