Connect with us

Berita Terbaru

Dampak Virus Corona; Omzet Beberapa Hotel di Anyer Beach Terjun 70 Persen hingga Rumahkan Karyawan

Published

on

Salah satu penginapan di sekitaran Anyer nampak sepi. Bahkan tak sedikit yang memilih tutup sementara. (Istimewa)

Serang- Pandemi Virus Corona berdampak besar bagi pengusaha hotel dikawasan pantai Anyer. Terlebih beberapa kota besar di Indonesia telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal itu memicu merosotnya kunjungan wisata ke Banten khususnya di sekitaran Pantai Anyer. Tak sedikit pula sedikit pula hotel dikawasan tersebut tutup sementara, karna omzetnya menurun, adapula yang mengurangi jam kerja sampai paling parahnya banyak hotel yang merumahkan para pekerjanya.

Kiki Desio,.Marketing Comunication (Marcom) Excecutive, Aston Anyer Beach Hotel mengaku telah menurun omsetnya hingga 70 persen, wabah virus Corona COVID-19 ini, menurutnya sangat terasa.

BACA :  Banjir Rendam Perumahan Total Persada Tangerang, Ratusan Warga Mengungsi

“Sejak bulan Febuary 2020, Pemerintah penetapkan wabah Covid-19, kita menjadi drop banget. Sampai 70 persen, bisa dibilang anjlok drastis,” ungkap Kiki Desio, saat dikunjungi di kantornya, Senin 6 April 2020.

Pihak hotel pun memberikan promo menarik berupa potongan harga hingga 34 Persen sudah termasuk sarapan untuk 2 orang wisatawan.

“Diskon 20 persen untuk laundry, serta diskon 20 persen untuk produk makanan serta minuman,” ungkap Kiki.

Sementara itu, Nur, Manajer Operational Pondok Tubagus, menambahkan pihaknya lebih memilih menghentikan operasional hotel sementara serta merumahkan karyawannya demi mencegah penyebaran virus corona.

“Kalau tubagus sendiri ada di rumahkan 14 orang karyawan, yang aktif cuma 2 orang. Hal itu, dikarenakan kondisi yang keuangan, di tengah wabah Covid-19. Sehingga tak bisa membayar gaji karyawan,” katanya. 

BACA :  Tiga Pelaku Pembunuh Sadis Eno Parihah Peragakan 31 Adegan

Nur berharap, wabah corona di Indonesia khususnya di Kabupaten Serang segera berakhir, “Semoga saja cepat ketemu obatnya, biar cepat berakhir,” tutupnya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler