Connect with us

Berita Utama

PDP Asal Pulomerak Cilegon Meninggal; Usai Berpergian ke Zona Merah Covid-19  

Published

on

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon didampingi Kapolres dan Dandim saat memberikan keterangan pers mengenai PDP asal Pulomerak yang meninggal dunia. (BantenHits.com/Iyus Lesmana)

Cilegon- Salah seorang warga asal Kecamaran Pulomerak, Kota Cilegon meninggal dunia. Wanita berusia 64 tahun itu berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan dirujuk ke RSUD Banten.

Pasien ditetapkan PDP lantaran mengeluhkan sejumlah gejala setelah melakukan perjalanan dari sebuah daerah di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur yang diketahui masuk dalam kategori Zona Merah beberapa waktu yang lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Arriadna mengungkapkan sebelum meninggal diketahui pasien telah melakukan SWAB test di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) sebelum dirujuk ke RSUD Provinsi Banten.

BACA :  Pergoki Pencuri Sepeda Motor, Wanita Muda di Karawaci Tangerang Tewas Ditembak

Pada siang ini satu PDP kita meninggal dunia, tetapi PDP tersebut sudah dilakukan pemeriksaan swab dari tenggorkannya, dilakukan pemeriksaan VCR Covid-19 dan sudah dinyatakan negatif per tanggal 3 April lalu, pasien ini juga selain dinyatakan PDP, juga menderita penyakit stroke, hari ini meninggal dunia meninggalnya di RSKM Cilegon,”kata Arriadna.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan test negatif terjangkit Corona, namun proses pemakaman jenazah tetap dilakukan dengan cara pemulasaraan jenazah dengan protokol Covid-19 pasalnya pasien sudah masuk dalam kategori golongan PDP.

“Jadi kepada masyarakat karena ibu ini hasil pemeriksaannya negatif jadi tidak memberikan kekhawatiran. Namun tetapi karena ibu ini sudah masuk dalam PDP kita, secara pemulasaraan jenazah dengan protokol Covid-19, bukan karena apa-apa karena ibu ini sudah dinyatakan PDP dan dinyatakan belum sembuh sebelumnya Walaupun ada penyakit stroke,”tuturnya.

BACA :  Antar Anak Terima Beasiswa, Ibu Penderita Tumor Hanya Nangis Ditanya Penyakitnya oleh Bupati Serang

Arriadna meminta anggota keluarga almarhumah agar melakukan isolasi mandiri meskipun salah satu keluarganya yang meninggal masuk dalam kategori golongan PDP.

“Jadi Anjurannya, walaupun dinyatakan negatif, namun karena sudah PDP almarhumah ini diharapkan keluarga almarhumah bisa melakukan isolasi mandiri untuk mempermudah petugas melakukan pengawasan,”pintanya.

Sementara ditempat yang sama, Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana menegaskan bahwa pihaknya bersama-sama dengan TNI akan mengerahkan puluhan personel untuk melakukan pengawalan kepada pasien PDP Covid 19 dari rumah sakit hingga proses pemakaman yang dilakukan bedasarkan aturan.

“TNI Polri melakukan pengawalan mulai dari rumah sakit sampai dengan pemakaman, disana juga ada petugas yang standby. Diharapkan juga masyarakat dapat mengerti meskipun Setelah setetlah di cek swab hasilnya negatif tapi tetap melakukan protap pemakaman covid 19. Kita kerahkan 50 personel gabungan TNI/Polri untuk lakukan pengawalan,”tandasnya.

BACA :  Kisah Miris Ayah Tiga Anak di Pandeglang; Rumah Terbakar, Uang Hasil Jual Tanah Untuk Biaya Operasi Ikut Ludes

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler

Please disable your adblock for read our content.
Refresh