Connect with us

Berita Utama

Ada Satu Keluarga di Banten Tak Bisa Makan, DPRD Minta Pemprov Banten Bertindak Nyata untuk Lindungi Warga

Published

on

Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni meminta Pemprov Banten segera merealisasikan aksi nyata untuk melindungi warga Banten yang terdampak virus Corona (Covid-19). (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Pemerintah Provinsi Banten diminta mengalihkan anggaran yang berpotensi tidak bisa dilaksanakan pada 2020 ini untuk penanganan virus Corona (Covid-19).

Sejauh ini, Pemerintah Provinsi Banten sudah mengalihkan anggaran di Dinas Kesehatan sebesar Rp 161 miliar melalui Peraturan Gubernur Nomor 9 tahun 2020.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni seusai memimpin rapat membahas perkembangan 21 hari setelah ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Virus Corona (Covid-19) di Banten, Selasa, 7 April 2020.

Menurut Andra Soni, rapat ini menerima masukan-masukan dan pendapat-pendapat dari pimpinan fraksi terkait KLB, dan DPRD Banten mengevaluasi apa saja yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah.

BACA :  Asik Main HP sambil Nonton TV, Kakek dan Cucu di Bojong Canar Pandeglang Tewas Tersambar Petir

“Dan apa saja yang akan dilakukan oleh pemerintah Provinsi Banten terkait penanganan,” kata Andra kepada awak media di Gedung DPRD Banten.

Andra mengatakan saat ini Pemprov Banten sudah menyampaikan kepada DPRD terkait adanya pergeseran anggaran di Dinas Kesehatan Provinsi Banten sebesar Rp 161 milyar melalui Peraturan Gubernur Nomor 9 tahun 2020.

“Kegunaannya dialihakan untuk pembangunan rumah sakit khusus Covid-19,” jelasnya.

Dalam rapat ini Andra mengungkapkan, mendapatkan kesepakatan untuk masing-masing komisi dan kemudian badan anggaran untuk melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan mitra komisi.

“Tujuannya adalah melaksanakan fungsi pengawasan, karena pemerintahan. Pemerintahan meliputi pemerintah daerah dan DPRD, yang harus tetap berjalan sehingga dalam konteks ini sebagain dari pemerintah Provinsi Banten,” jelasnya.

BACA :  Tabrakan di Depan Kantor Bupati, Dua Pengedara Dilarikan ke RSUD Adjidarmo

Supaya ngsi-fungsi DPRD tetap berjalan, lanjutnya, seluruh ketua fraksi sepakat hal ini dilakukan tanpa mengurangi kehati-hatian dan tetap melakukan protokol.

“Badan anggaran sepakat, setiap fraksi diwakili satu anggota dan TAPD juga cukup ketua, sekretaris dan beberapa anggota jadi tidak perlu semua agar fungsi itu bisa kita jalankan,” ucapnya.

Banyak Fraksi Menginginkan Anggaran Sports Center Dialihkan

Andra mengaku sudah banyak fraksi-fraksi menyampaikan secara tertulis kepada Gubernur Banten Wahidin Halim, salah satunya meminta anggaran sports center dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“Ada beberapa fraksi menyampaikan secara tertulis rekomendasi yang ingin disampaikan kepada Gubernur salah satunya adalah meminta pemerintah untuk betul-betul fokus merelokasi anggaran yang potensi tidak tercapainya tahun ini, untuk difokuskan ke penanganan Covid-19, sesuai arahan presiden,” jelasnya.

BACA :  Dinyatakan Hilang, Wanita Asal Lampung Ini Sempat Datangi KSKP Merak

Dirinya juga menyakini jika sport center tersebut tidak akan selesai tahun 2020. Andai pun selesai rakyat tidak bisa merasakan manfaatnya hari ini, dengan kondisi seperti saat ini yang tengah mengalami pandemi Corona.

“Rakyat perlu aksi nyata karena kita sudah dibatasi tidak keluar rumah. Dampaknya karena sudah luar biasa,” ucapnya.

Andra berharap, setelah 21 hari KLB ditetapkan di Pemprov Banten, tindakan nyata Pemprov Banten membantu masyarakat Banten yang terdampak Covid-19 ini harus segera terealisasi.

“Di Kota Serang dapat kabar ada satu keluarga tidak bisa makan. Tujuan mendorong pemerintah segera melaksanakan pertolongan perlindungan kepada masyarakat bukan hanya dari Covid-19 nya, tapi akibat lain dari Covid-19-nya, salah satunya kehilangan pekerjaaan dan kehilangan pendapatan untuk menghidupi keluarganya,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler