Connect with us

Berita Utama

Empat Pabrik Gula Rafinasi di Banten Dapat Tugas Khusus Penuhi Kebutuhan Warga, Satu Pabrik Per Hari Bisa Produksi 400 Ton

Published

on

Direktur Reskrimsus Polda Banten, Kombes Pol Nunung Syaifudin saat memantau pabrik gula, Rabu, 8 April 2020. Empat pabrik gula rafinasi di Banten sudah mendapatkan penugasan khusus untuk memproduksi gula bagi masyarakat. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Guna memastikan ketersediaan kebutuhan bahan pokok Khususnya gula yang mulai mengalami kelangkaan di sejumlah wilayah Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten beserta Dinas Perdagangan dan Industri (Disperindag) Provinsi Banten melakukan kunjungan kerja di empat pabrik gula rafinasi di Provinsi Banten, Rabu, 8 April 2020.

Empat pabrik gula Rrafinansi tersebut yakni PT Sentra Usahatama Jaya (SUJ), PT Permata Dunia Sukses Utama (PDSU), kedua pabrik ini lokasinya di wilayah Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.

BACA :  Zaki Lantik 1.200 Pejabat Eselon II Hingga IV

Sementara dua perusahaan lainnya yaitu PT Anggel Product dan PT Berkah Manis Makmur yang masing-masing berada di Bojonegara, dan Cikande, Kabupaten Serang.

“Kedatangan kita dalam rangka mengecek ketersediaan bahan pokok khususnya dalam hal ini gula, karena kita tau beberapa waktu belakang terjadi kelangkaan gula,” ungkap Direktur Reskrimsus Polda Banten, Kombes Pol Nunung Syaifudin kepada awak media di PT SUJ, Rabu, 8 April 2020.

Nunung mengatakan, salah satu upaya untuk menanggulangi kelangkaan gula di pasaran, empat perusahaan produksi gula rafinansi tersebut juga telah mendapatkan kebijakan dan penugasan khusus untuk memproduksi gula yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat.

“Berkaitan hal tersebut, pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan dimana empat pabrik gula rafinansi di Banten ini diberikan penugasan khusus berupa produksi gula konsumsi untuk masyarakat. Dan kuota produksinya juga sudah dibagi-bagi ada dari 20 sampai 40 ribu metrik ton.

Dirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Nunung Syaifudin saat sidak pabrik gula rafinasi di Banten. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Tindak Penjual Gula di Atas Harga Ketentuan

BACA :  Musim Mudik, Gapasdap Merak Mengaku Tak Pernah Untung

Selain itu Nunung menegaskan, pihaknya tidak main-main akan melakuan penindakan kepada para pedagang yang masih menjual gula lebih dari harga ketentuan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah yakni Rp 12.500 per kilonya kepada masyarakat. Pasalnya tidak menutup kemungkinan dengan kondisi kelangkaan gula seperti saat ini dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Saya sampaikan kepada para pedagang kami Ditkrimsus Polda Banten sudah diberikan petunjuk dan arahan ketika gula di jual lebih dari Rp 12.500 perkilonya kita akan melakukan tindakan tegas, dan itu berlaku hari ini di pasaran maupun toko modern,” tandasnya.

Sementara di tempat yang sama Human Resource Departement (HRD) dan General Affair (GA) PT SUJ Suroso, membenarkan perusahaan telah mendapatkan intruksi langsung dari pemerintah pusat untuk memproduksi gula sebantak 2.000 metrik ton yang nanti diperuntukannya kepada masyarakat.

BACA :  Ablasi Sungai Cidurian Gerus Rumah Nenek Sebatang Kara di Maja

“Dalam menghadapi (pandemi) Covid seperti ini sama juga dengan menghadapi Lebaran. Kita mendapatkan penugasan dari pemerintah untuk memproduksi gula yang dialokasikan untuk masyarakat sebanyak 2.000 metrik ton sampai periode akhir Mei produksi sudah dilakukan sejak seminggu yang lalu. Kita produksi perharinya 400 ton, untuk pendistribusiannya di luar dari wewenang perusahaan langsung diurus dengan pemerintah,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Terpopuler