Connect with us

Berita Utama

Cilegon Lakukan Sterilisasi untuk Imbangi PSBB di Tangerang, Mobil Plat B yang Masuk dari Tiga Akses Tol Diperiksa Ketat

Published

on

Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi; Kapolres Cilegon, AKBP Yudhis Wibisana; dan Dandim 0623 Cilegon, Letkol Arm Rico Ricardo Sirait saat melakukan pemeriksaan kendaraan di Gerbang Tol. Cilegon melakukan sterilisasi untuk mencegah penyebaran virus Corona. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Cilegon melakukan sterilisasi kepada setiap kendaraan yang masuk ke wilayah Kota Cilegon melalui tiga gerbang Tol Tangerang-Merak, Senin, 13 April 2020.

Sterilisasi dilakukan guna mengantisipasi terjadinya penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kota Baja.

Wartawan BantenHits.com Iyus Lesmana melaporkan, petugas mendirikan tiga posko yang ditempatkan di setiap gerbang tol seperti Tol Cilegon Timur, Cilegon Barat dan Tol Merak.

BACA :  Atasi Banjir, Pemkot Tangerang Siapkan 89 Pompa Mobile

Setiap pengendara yang baru saja keluar langsung diberhentikan oleh petugas untuk dilakukan pengecekan suhu tubuh dengan menggunakan thermogun.

“Protapnya kendaraan diberhentikan, (pengemudi dan penumpang) diperiksa dengan thermogun,” kata Wali Kota Cilegon Edi Ariadi saat dikonfirmasi awak media di lokasi.

Menurut Edi, jika hasil pemeriksaan ada pengemudi atau penumpang yang suhunya melebih 37,5 derajat apalagi 38 derajat, maka akan dicatat alamat asalnya.

“Terus kita pantau jangan-jangan dia ODP atau PDP. Dia kabur. Itu akan mempengaruhi, bahkan bisa memberikan efek ke kita meskipun ini ujicoba namun kita akan laksanakan di titik-titik gerbang tol,” jelas Edi.

Fokus Plat B

Sementara di tempat yang sama Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengungkapkan, program yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Cilegon merupakan tindak lanjut penerapan Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diusulkan Gubernur Banten di Tangerang.

BACA :  Polda Banten Putar Balikan Puluhan Kendaraan yang Nekat Mudik Lebaran

“PSBB (yang diusulkan) oleh gubenur Banten sudah turun (persetujuannya) dari Menteri Kesehatan untuk tiga wilayah seperti Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangsel. Nah untuk kita jajaran yang ada di Provinsi Banten melaksanakan imbangan,” terang Yudhis.

“Karena memang untuk dasar kegiatan kita adalah KLB. Perimbangan artinya juga terjadi hal yang terburuk kita sudah siap yang kita fokuskan mobil plat B tapi tidak menutup kemungkinan yang plat A juga kita periksa,” sambungnya.

Kapolres membeberkan, sterilisasi perlu dilakukan karena melihat satu pekan terakhir warga yang meninggal dan masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Imbangan dalam rangka mengantisipasi orang dari luar masuk ke Cilegon karena kita melihat dari indikator PDP yang menginggal dunia dalam waktu dua hari ini mengalami kenaikan yang signifikan, yang tadinya tidak terdaftar PDP tetapi langsung PDP dan meninggal,” bebernya. 

BACA :  Soal Ketiadaan Crisis Center, Benyamin Davnie: Ke Depan Tim Akan Dilengkapi Petugas Pendataan

Sterilisasi di wilayah Cilegon, lanjut Yudhis,
akan dilakukan selama 14 hari ke depan dengan memfokuskan melakukan pemeriksaan kendaraan pribadi maupun bus penumpang yang berplat nomor B dan A.

“Khususnya plat nomor luar namun tidak menutup kemungkinan plat A yang dicurigai. Pengendara kita berikan untuk memakai masker pengecekan suhu. Personel yang kita libatkan TNI-Polri, BPBD dan Dinkes yang masuk di Gugus Tugas. Pelaksanaanya 14 hari ke depan,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler