Connect with us

Berita Utama

Konsumennya Kalangan VVIP, Begini Cara Mahasiswa Cantik di Serang Raup Untung lewat Live Sex

Published

on

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten, Kombes Pol Nunung Saefuddin Saat menggelar exspose Kasus Pornografi. (Istimewa)

Serang- AP (22) Mahasiswi asal Provinsi Banten dibekuk Ditreskrimsus Polda Banten, Minggu, 12 April 2020. Pasalnya, wanita berparas cantik ini diketahui melakukan live sex melalui media sosial.

Dalam menjalankan aksinya, AP dibantu oleh IP seorang ibu rumah tangga yang juga berhasil diamankan petugas. Keduanya sepakat untuk berbisnis dengan menjual jasa video live streaming kepada pengguna media sosial untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah.

“Jadi motifnya adalah, orang yang ingin menyaksikan live sex ini, dia harus mentransfer dahulu kepada admin. Baru dia baru bisa mebuka di aplikasi yang dibuat,”kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten, Kombes Pol Nunung Saefuddin saat ekspose di Mapolda Banten, Rabu, 15 April 2020.

BACA :  Fikri Minta Penyelanggara Asian Games Izinkan Pemda Jajakan Produk UKM

Saat menayangkan live sex di Instagram, kata Nunung, pelaku menggunakan akun anya.ayulg. Selain itu keduanya juga menyebarluaskan di media sosial line.

“Aku instagram yang bernama anya.ayulg dengan link, menshare dan membuat status di Ciracas, Provinsi Banten yang diduga dilakukan oleh saudara AP alias Vio Rabbit dengan maksud dan tujuan supaya orang membaca dan orang tersebut tertarik melihat serta menyaksikan show live sex soulmate, lesbi dan threesome melalui grup akun line VVIP Premium,” bebernya.
 
Selain berhasil mengamankan para pelaku, lanjut Nunung, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa 1 lembar screenshoot aku instagram atas nama anya.ayulg, satu lembar screenshoot instagram stories akun instragram atas nama anya.ayulg yang menawarkan live show VVIP, satu screenshoot tanda bukti transfer pulsa sebagai tanda masuk pertunjukan live show dan satu fashdisk scandisk yang berisi rekaman live streaming sex. 
 
“Ancaman pidana terhadap kedua pelaku, untuk undang-undang informasi dan transaksi elektronik, ini 6 tahun penjara atau denda 1 miliar. Untuk Undang-undang pornografinya, ancaman pidana 12 tahun  dan atau denda 6 miliar rupiah,”tandasnya.

BACA :  Wahidin Halim dan Arief Sama-sama Bungkam soal Kusut Pengelolaan Pasar Babakan

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler