Connect with us

Berita Terbaru

Ingin Program Jokowi Langsung Diterima Warga, Pemimpin Muda di Banten Ini Blusukan ke Tunjung Teja Meski Tengah KLB Corona

Published

on

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy saat memantau salah satu memantau pemberian bantuan pangan non tunai (BPNT) berupa kartu keluarga sejahtera (KKS) di Tunjung Teja, Kabupaten Serang. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Sejumlah bantuan pemerintah pusat di masa kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf sudah mulai didistribusikan di daerah, termasuk di Kabupaten Serang.

Salah satu bantuan pemerintah pusat tersebut adalah bantuan pangan non tunai (BPNT) berupa kartu keluarga sejahtera (KKS).

2020 ini, keluarga penerima manfaat (KPM) program ini di Provinsi Banten bertambah. Provinsi Banten pada April 2020 terdapat penambahan KPM 84.536, yaitu dari semula 470.729 kini menjadi 555.292. Sementara di Kabupaten Serang semula 55 ribu KPM, menjadi 65 ribu KPM.

BACA :  Kendaraan Masih Padati Jalur Wisata Pantai Anyer

Kisaran bantuan pun bertambah, semula Rp 150 ribu per KPM/bulan, menjadi Rp 200 ribu per KPM/bulan. Proses penyaluran dibantu oleh bank milik pemerintah dan dibelanjakan melalui program e-waroeng.

Meski Banten sudah berstatus KLB Corona, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy memantau langsung penyerahan kartu keluarga kartu keluarga sejahtera (KKS) di Kecamatan Tunjungteja, Kabupaten Serang, Rabu, 22 April 2020.

“Kami memastikan, selaku perwakilan pemerintah pusat. Distribusi kartu keluarga sejatera ini harus berjalan dengan baik, sesuai dan tepat,” kata Andika didampingi Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah di lokasi.

“Ini salah satu bantuan pemerintah, berupa bantuan pangan non tunai. Yang harus dirasakan oleh elemen masyarakat di Provinsi Banten,” ujarnya.

BACA :  Albothyl Dijual Sembunyi-sembunyi, Dinkes: Kami Belum Terima Surat dari BPOM

Terkait jumlah bantuan dari Pemprov Banten, Andika menyatakan, masih proses pendataan calon penerima di pemerintah kabupaten/kota yang melibatkan pemerintah desa dan RT/RW. Direncanakan Rp 600 ribu per keluarga untuk 3 bulan.

“Mudah-mudahan hari ini selesai, agar realisasinya bisa didistribusikan segera. Ini menambal bantuan pemerintah pusat dan kabupaten/kota. Saya meminta RT/RW untuk mendata secara ril. Jangan sampai ada yang terlewat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, Pemkab Serang juga tengah mendata masyarakat yang terdampak ekonomi akibat wabah covid-19. Mereka yang awalnya bekerja, menjadi tidak punya penghasilan.

Tatu mengungkapkan, data sementara yang masuk, jumlahnya mencapai 59 kepala keluarga (KK).

“Tinggal data dari empat dari 29 kecamatan lagi yang belum masuk ke Dinas Sosial Kabupaten Sosial. Hari ini pendataan harus selesai,” ujarnya.

BACA :  Imigrasi Tangerang Amanakan Dua TKA di PT. LG

Menurut Tatu, data calon penerima bantuan harus memuat nama, alamat, dan menyertakan kartu keluarga. Tidak boleh ada keluarga yang mendapat bantuan ganda.

“Kami tidak ingin ada tumpeng tindih bantuan. Jadi satu keluarga, satu jenis bantuan. Agar bantuan merata dan semua yang membutuhkan menerima,” ujarnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler