Connect with us

Berita Utama

Jeritan Perusahaan Otobus di Lebak Usai Jokowi Umumkan Larangan Mudik: Rumahkan Sopir sampai Ajukan Relaksasi Kredit

Published

on

Bus di Terminal Mandala

FOTO ILUSTRASI. Penumpang saat menaiki bus di Terminal Mandala, Lebak. (Dok. BantenHits)

Lebak- Presiden Joko Widodo alias Jokowi resmi melarang masyarakat untuk melakukan kegiatan mudik di tengah Pandemi Covid-19. Tujuannya untuk mencegah sebaran virus semakin meluas.

Larangan mudik disampaikan yang Jokowi saat memimpin rapat terbatas (Ratas) melalui video conference tentunya membuay beberapa pihak gigit jari dan menjerit.

Salah satu yang paling terkena dampak dari Kebijakan tersebut adalah pengusaha transportasi. Sebenarnya, dampaknya sudah terasa sejak anjuran pemerintah agar masyarakat di rumah saja disusul dengan pemberlakuan sosial berskala besar (PSBB) di kota berstatus zona merah.

“Luar biasa dampaknya, dari hari-hari biasa bisa 30-40 unit bus yang beroperasi, sekarang paling hanya 9-10 unit,” kata Manajemen PO Rudi, Pipit Chandra saat dihubungi awak media, Selasa, 21 April 2020.

BACA :  Pemkab Serang Siap Bantu Petani yang Terkena Puso

Imbasnya, puluhan awak bus yakni sopir dan kernet terpaksa dirumahkan karena bus tak beroperasi lantaran jumlah penumpang yang mengalami penurunan sangat drastis.

“Mereka juga yang harus kita pikirkan bersama. Bukan mereka tidak mau bekerja tetapi memang karena tidak ada penumpang,” ujar Pipit

Kembali ke larangan mudik, tentu saja kata Pipit akan membuat kondisi perusahaan semakin memburuk.

“Pasti dampaknya sangat luar biasa karena sudah pasti tidak ada sama sekali armada yang akan beroperasi. Sementara, beban tetap berjalan,” ucap Pipit.

Perusahaan berharap, pengajuan relaksasi cicilan kredit kepada perusahaan pembiayaan (Leasing) tempat perusahaannya mengambil kendaraan dengan cara kredit segera disetujui.

“Pengajuan surat agar diberikan keringanan pembayaran sudah kami kirim, tetapi sampai saat ini belum ada gambaran manis. Kami harap dari kebijakan itu segera dibarengi dengan realisasi solusi untuk meringankan beban kami dan bantuan kepada awak bus yang terdampak,” paparnya.

BACA :  F-PKB Minta Penyertaan Modal PDAM TKR Sebanding PAD yang Dihasilkan

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler