Connect with us

Berita Terbaru

Penyebab Kematian Yulie yang Mendadak Setelah Curhat Dua Hari Tak Makan Selama KLB Corona Masih Misterius

Published

on

Yulie Nuramelia ibu miskin di Kota Serang saat dikunjungi Muji, Anggota DPRD Kota Serang, Sabtu, 18 April 2020.(BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Yulie Nuramelia (42) meninggal dunia Senin, 20 April 2020 sekitar pukul 15.00 WIB. Beberapa jam sebelum meninggal, Yulie masih berinteraksi seperti biasa dengan anak-anaknya.

Kematian Yuli cukup mengejutkan. Pasalnya, dua hari sebelum kematian, dia masih curhat soal kondisi keluarganya kepada awak media, termasuk wartawan BantenHits.com, Mahyadi.

Salah satu pengakuan Yulie yang membuat perasaan terkoyak, dia dan keluarganya pernah tak makan dua hari selama Banten KLB Corona. Selama itu pula dia dan keluarganya hanya minum air isi ulang.

Lalu apa sebetulnya penyebab kematian Yulie?

Wali Kota Serang Syafrudin (kiri) mengaku belum mendapatkan laporan resmi soal penyebab kematian Yulie Nuramelia, ibu miskin yang meninggal mendadak setelah curhat tak makan dua hari selama Banten KLB Corona. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Hingga tiga hari sejak kematiannya, Wali Kota Serang Syafrudin mengaku masih belum mendapatkan laporan resmi penyebab kematian Yulie.

BACA :  BNN Musnahkan Barang Bukti Narkoba

“Belum keluar (laporan medisnya). Saya tidak tahu, nanti saya tanyakan ke dokter,” ujar Syafrudin ditemui di kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, Banten, Rabu 22 April 2020.

Pemkot Serang juga, lanjutnya, masih menunggu selama tujuh hari perkembangan untuk memberikan hunian layak bagi keluarga Yulie.

“Nanti nunggu perkembangan 7 hari ke depan,” ucapnya.

Terkait adanya duagaan intimidasi dari tetangga kepada pihak keluarga Yulie, wali kota meminta masyarakat sekitar menciptakan suasana tenang serta tidak membuat gaduh.

Syafrudin juga mengakui belakangan ini suasana di lingkungan Yulie sedikit memanas, terutama sejak pengakuan Yulie yang membuat geger publik.

“Tetangga harusnya jangan menekan ya, ini kan persoalannya semua orang tahu. Lebih baik tetangga yang memberikan support yang dingin. Situasi ini kan agak memanas. Saya kira nanti melalui Pak RT, Pak Lurah (diberi pengertian) agar situasinya agak tenang,” tutupnya.

BACA :  Museum Multatuli Alternatif Tempat Ngabuburit

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler